Hadirkan Ruang Expresi, Gali Potensi Perupa

APRESIASI: Kepala Dinas Kebudayaan Yetti Martanti berbincang dengan perupa saat menilik Pameran Apresiasi Perupa Kota Yogyakarta di Taman Pintar, belum lama ini. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pameran Apresiasi Perupa Kota Yogyakarta dengan tema Among-among 16-18 Desember di Taman Pintar. Kegiatan itu bertujuan untuk menghadirkan ruang expresi bagi perupa wilayah yang diharapkan dapat mengali potensi yang ada.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, kegiatan itu dilakukan pertama kali khusus untuk mengapresiasi perupa yang berada di Rintisan Kelurahan Budaya (RKB). Itu adalah salah satu bentuk support pemerintah Kota Yogyakarta untuk menghadirkan ruang expresi bagi perupa yang ada di wilayah itu.

“Sangat membanggakan, karena kolaborasi perupa wilayah didampingi oleh perupa professional, sehingga memberikan wawasan, inspirasi, dan sesuatu untuk membuka cakrawala. Sehingga sebuah karya itu menjadi lebih memiliki nilai. Serta akan berbeda jika tidak dipamerkan dan tidak diberikan ruang bagi seniman semuannya,” ungkapnya di Taman Pintar, Sabtu (16/12)

Ia berharap, kegiatan itu dapat berkelanjutan, karena melalui kegiatan itu RKB dapat mengali potensi yang berada di wilayahnya.  Sebab selama ini ada banyak perupa yang belum tergarap dengan serius.

“Alhamdulilah saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana ada potensi yang sangat luar biasa di wilayah, dalam bentuk seni rupa. Itu yang kami harapkan bisa berkelanjutan, kemudaian ada pengembangan yang lebih baik,” tegasnya.

Yetti menambahkan, diharapkan nantinya dapat melihat perupa dari wilayah untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Di mana kelanjutan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri namun harus melibatkan RKB, dan pelaku seni rupa untuk bersemangat dan tidak menyerah dalam berinovasi dalam berkarya.

“Kami berharap kepada pekerja seni untuk terus semangat untuk mengembangkan karya-karya supaya menjadi lebih baik lagi. Nantinya akan kita kembangkan sejalan dengan jaman yang berkembang dengan jaman saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, kurator pameran tersebut, Karen menambahkan, dalam kegiatan itu pihaknya menerima 21 karya perupa Kota Yogyakarta yang terdiri dari perwakilan dari RKB. Di mana banyak karya yang lahir dalam ruang yang sempit yaitu kelurahan, namun dengan kekayaan yang lebih beragam.

“Maka kami rasa ini menjadi momentum awal yang disambut baik seluruh perupa, yang diharapkan ini akan berkelanjutan. Di mana kita akan dapat menggali kembali, seperti apa karya yang lahir di masyarakat yang selama ini dilakukan,” pungkasnya. (riz/all)