Kudus  

Siklus Pembeli di Mitsubishi Kudus Perlahan Naik

TUNJUKKAN: Tampak Divisi Marketing Mitsubishi Kudus, Heri sedang menunjukkan produk Mitsubishi, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Mengakhiri 2023, siklus pembeli Mitsubishi di Kudus mulai perlahan naik dibanding dengan tahun sebelumnya. Untuk pasar otomotif juga masih bergerak perlahan hingga saat ini. Hal itu karena, beberapa tahun lalu sektor ini terdampak Covid-19 yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

Divisi Marketing Mitsubishi Kudus, Heri menyampaikan, untuk penjualan dari awal hingga akhir 2023 pihanya bisa menjual 20 an unit. Rata-rata mereka campur untuk pembelian produknya. Terlebih, siklus pembeli mengalami kenaikan secara perlahan.

“Untuk perbedaan tahun sebelumnya, siklus pembeli tahun ini lebih baik. Tapi ekonomi masih merangkak. Jadi kita melihat pasar otomotif masih bergerak melaju sebelum Covid-19 dan tahun ini agak lumayan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Ia melanjutkan, untuk penjualan produksi tahun ini jika dikalkulasikan mencapai 87 persen. Untuk mencapai target, pihaknya mengadakan pameran dan memberikan edukasi ke masyarakat seputar otomotif Mitsubishi.

“Kita berikan edukasi ke masyarakat untuk servis ke kita. Serta memberikan diskon kepada mereka,” tukasnya.

Diketahui, Dealer Mitsubishi menyediakan produk Krama Yudha Tiga Berlian. Seperti, Comercial Vehicle yang contohnya di kendaraan truk. Ditambah dengan LCV dan fighter untuk kendaraan kelas besar. Itu produk mereka yang dijual ke konsumen.

“Tahun ini kami masih konsen itu. Kita punya pasar tertentu di masyarakat. Karena kita menyuplai kegunaan mereka yang sering memakai produk kita. Seperti, L300, colt diesel. Kemudian fighter. Itu yang banyak dipakai masyarakat,” tukasnya.

Lebih lanjut, kebanyakan mereka membutuhkan produk CV LCV untuk mobil niaga atau angkutan seperti L300, untuk angkut kargo kecil. Kalau kolt diesel untuk angkut yang sedang. Seperti, kendaraan box, kendaraan engkel untuk bisnis makanan, pasir, batubara dan lain-lain.

“Dominan untuk pembeli pasarnya kebanyakan Kudus. Tapi bisa juga dijual seluruh area pantura. Mulai Demak, Pati, Kudus, Jepara hingga Rembang. Tak menutup kemungkinan luar area seperti Kalimantan Sulawesi Papua dan lainnya,” tandasnya. (adm/fat)