BANTUL, Joglo Jogja – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul menilai hampir 70 persen gedung sekolah perlu diperbaiki. Dengan demikian, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul merencanakan rehabilitasi 70 sekolah yang terdiri dari 20 SMP dan 50 SD, untuk memperbaiki mutu pendidikan.
Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman mengatakan, saat ini hampir 70 persen gedung sekolah perlu diperbaiki. Pasalnya hal tersebut merupakan dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan, yaitu fasilitas yang layak harus terpenuhi.
“Jangan sampai ada sekolahan yang rusak, bocor dan sebagainya. Karena akibat dari kurang baiknya fasilitas sekolah maka anak dan guru tidak akan fokus dalam belajar mengajar,” terangnya.
Menurutnya, urgensi renovasi sekolah penting segera dilakukan, mengingat kondisi anggaran yang sangat terbatas. Sehingga diperlukan dana tambahan yang direncanakan akan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan.
“Sebenarnya kami di Komisi D selalu meminta kepada Pemerintah Kabupaten agar alokasi anggaran terkait rehab dinaikkan. Karena kalau tidak dibangun mulai dari sekarang, saya meyakini 5-6 tahun kemudian akan mengalami kerusakan semakin parah. Sehingga APBD makin tidak mampu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menyampaikan, peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh banyak faktor. Baik dari sisi tenaga pendidikan maupun tenaga administrasi sekolah. Kemudian, yang tak kalah penting sarana prasarana atau fasilitas.
“Perbaikan gedungnya, media pembelajaran dan sarana prasarana lain. Lalu faktor lainnya yang juga penting yaitu dukungan dari masyarakat, serta komitmen orang tua untuk kemajuan pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, secara hitungan jumlahnya cukup besar, yakni lebih dari 20 SMP dan 50 SD. Kemudian dalam proses rehab terdiri dari banyak komponen yang harus diperbaiki, di antaranya ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, laboratorium dan toilet.
“Jadi cukup banyak yang kita usulkan di 2024 ini. Harapannya, jangan sampai terjadi kasus sekolah roboh, apalagi saat jam pelajaran. Karena hal tersebut akan sangat berisiko,” tutupnya.(cr13/sam)










