Pemkab Sleman Ajak Warga Sukseskan PIN untuk Putus Penularan Polio

BERKUNJUNG: Bupati Sleman Kustini meninjau pelaksanaan Sub-Pin Polio di Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengajak seluruh masyarakat sasaran imunisasi polio, untuk menyukseskan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-Pin) Tetes Polio. Pasalnya, dinilai menjadi langkah preventif dalam mencegah penyebaran polio masuk ke Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, penyebaran polio yang sudah masuk di daerah Jawa Tengah. Hal itu membuat Sleman harus mengambil langkah pencegahan dini. Salah satunya melalui tetes polio ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sleman yang memiliki anak usia 0-7 tahun untuk diberi imunisasi polio di pos pelayanan terdekat, agar anak-anak kita tetap sehat. Serta terhindar dari polio khususnya,” terangnya.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Segera Lakukan Pleno Penetapan Hasil Kursi Legislatif

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama menambahkan, pelaksanaan Sub-Pin Polio digelar dalam dua tahap. Pertama pada 15-20 Januari 2024, sedangkan kedua pada 19-24 Februari 2024.

“Tetes polio diberikan sebanyak dua kali dengan jarak minimal satu bulan. Sekaligus dapat diperoleh gratis di puskesmas, posyandu, TK, SD, MI dan pos imunisasi lainnya,” katanya.

Adapaun jenis vaksin yang diberikan dalam Sub-Pin polio ialah NOPV tipe dua. Yang diharapkan mampu memutus rantai penularan agar tidak berjangkit di Sleman. Maka pihaknya menargetkan pelaksanaannya bisa tercapai 95 persen nantinya.

Baca juga:  Prayata IX Ajang Pembentukan Karakter Pelajar DIY

Pihaknya mengingatkan, polio kini tengah ditetapkan oleh Kemenkes sebagai kejadian luar biasa di awal 2024. Setelah ditemukannya kasus polio di beberapa wilayah di Jawa Tengah. “Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Sleman perlu melakukan tindakan. Salah satunya pelaksanaan Sub-Pin Polio,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati menuturkan, Sub-PIN polio berjalan sejak 15-18 Januari lalu, dengan mencapai 60 persen. Dengan total sasaran riil ada sebanyak 113.352 anak, dan sekitar 68.000 anak telah mendapatkan imunisasi pencegahan polio.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Libatkan LPMK dalam Penanganan Sampah

“Sasaran yang sudah imunisasi juga merata pada seluruh kapanewon. Kami optimistis bisa mencapai target Sub PIN polio hingga 99 persen. Minimal dapat menyentuh 95 persen dari target sasaran riil sebanyak 113.352 anak,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan ini memang perlu digalakkan, lantaran sudah menjadi arahan Kemenkes untuk melakukan. “Kebijakan itu berdasar atas adanya kejadian luar biasa polio di Klaten. Jadi target kami sebanyak-banyaknya bisa diimunisasi, minimal tercapai 95 persen,” tutupnya.(bam/sam)