Dukung Kreativitas, Pamerkan Karya Tari Bagi Siswa

BERSAMA: Seluruh warga MTsN 5 Bantul tengah berfoto usai gelar karya siswa Kelas IX, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

DALAM mendukung pengembangan kreativitas siswa-siswi, MTsN 5 Bantul (Matsamaba) menyelenggarakan gelar karya tari bagi siswa kelas IX. Gelaran ini sebagai bagian dari ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya.

Kepala MTsN 5 Bantul Faris Mansuri mengungkapkan, Matsamaba memiliki visi menciptakan generasi Mutiara Berbudaya. Maka kurikulum dirancang dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat, yang mendukung kelestarian keragaman budaya.

“Sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain, siswa diharapkan dapat menghayati dan mengapresiasi budaya setempat terlebih dahulu,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan dalam gelaran ini, seluruh siswa diberikan keleluasaan mengeksplorasi potensi mereka, sesuai bakat dan minat masing-masing. Bahkan, sebelum gelaran dimulai, siswa-siswi melakukan kirab keliling madrasah.

Baca juga:  Tenaga Kerja TPST Modalan Diprioritaskan Warga Sekitar

“Ini berfungsi sebagai promosi serta memperkenalkan potensi siswa kepada masyarakat. Gelar karya ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, termasuk drama, karawitan dan tari kreasi baru,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah kepada siswa, sebagai upaya mengajarkan nilai-nilai lingkungan hidup berkelanjutan. “Dengan demikian, tidak hanya diajarkan menjadi individu yang kreatif dalam bidang seni budaya, tetapi juga jadi agen perubahan yang peduli lingkungan sekitar,” paparnya.

Dengan adanya program-program ini, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik dan seni budaya. Tetapi memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi dan siap menjadi pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.

Baca juga:  Kunjungi PT TUN Surabaya, Mahasiswa HTN UIN Salatiga Dapat Dorongan untuk Jadi Praktisi Hukum

“Kegiatan rutin pertunjukan gelar karya ini merupakan kesempatan untuk menampilkan potensi dan bakat yang dimiliki. Namun terpenting, melalui pembelajaran budaya, mereka belajar tentang etika dan tata krama,” tegasnya.(suf/sam)