Siswi MTsN 4 Bantul Sabet Juara 3 Lomba Geguritan Tingkat Provinsi

SERAHKAN: Mufidah Sendang Banyu Bening saat menerima penghargaan Juara 3 Lomba Geguritan MSCOM SMP/MTs se-DIY, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jateng – Siswi MTsN 4 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mufidah Sendang Banyu Bening berhasil menorehkan juara 3 lomba geguritan dalam ajang Manembayo Skill Competition (MSCOM) Tingkat SMP/MTs Se-DIY, yang resmi digelar beberapa waktu lalu, di MAN 4 Bantul.

Kepala MTsN 4 Bantul Sugeng Muhari mengapresiasi, prestasi lomba geguritan yang diperoleh oleh siswanya. Serta dedikasi siswa-siswi dalam mengembangkan keterampilan mereka di berbagai bidang.

“Saya mengucapkan selamat untuk ananda Bening atas kejuaraannya dan kepada bu Wiji sebagai pembimbingnya. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi yang lain,” ujarnya.

Baca juga:  Okupansi Hotel DIY Menurun Dibanding Tahun Lalu

Pihaknya menyebutkan, sejak duduk di kelas VIII, Bening, telah menjadi salah satu peserta tetap dalam lomba geguritan yang mewakili MTsN 4 Bantul. Berbagai prestasi dan penghargaan telah berhasil diraihnya sebelumnya.

“Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga memperkuat reputasi MTsN 4 Bantul. Yakni sebagai lembaga pendidikan yang unggul tentunya,” tuturnya.

Sementara itu, pembimbing lomba Bening, Wijiyati menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. Doa dan dukungan dari keluarga serta latihan yang tekun telah membawa menuju kemenangan.

“Alhamdulillah, berkat doa dari orang tua dan usaha yang keras dalam mempersiapkan perlombaan geguritan ini, mbak Bening berhasil meraih juara 3,” jelasnya.

Baca juga:  E-Manajemen Karier Jogja Unggul Pantau Talenta Pegawai

Sedangkan, Bening sendiri mengakui, telah melakukan persiapan intens untuk menghadapi perlombaan ini. Meskipun mengalami kesulitan dengan beberapa kata yang asing dalam teks dan sulitnya pengucapan, dirinya mengatasi tantangan itu melalui latihan gigih.

“Persiapan sebanyak dua kali telah dilakukan dalam mengikuti perlombaan geguritan ini. Saya merasa kesulitan karena dalam teksnya terdapat kata yang asing dan sulit pengucapannya. Namun dengan latihan mengucapkan berulang-ulang, akhirnya bisa walaupun kadang ada rasa takut salah mengucap,” paparnya.(suf/sam)