Kudus  

SMAN 2 Bae Ditunjuk Sebagai Sekolah Penggerak

TERIMA: Kepala SMA 2 Bae, Puji Rahayu mendapatkan juara 1 sekolah penggerak, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 2 BAE Kabupaten Kudus menjadi salah satu penyelenggara sekolah penggerak angkatan ke-3 pada tahun kemarin. Hal tersebut ditunjuk langsung oleh Kementerian Pendidikan berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan secara ketat.

Kepala SMA 2 Bae, Puji Rahayu menjelaskan, kegiatan sekolah penggerak dinilainya cukup efektif. Yang mana, kegiatan komunitas tersebut mampu meningkatkan kinerja guru dan meningkatkan pemahaman implementasi kurikulum merdeka.

“Pada tahun pertama, sekolah mendapatkan pendampingan kemudian diberikan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (Boskin) sebagai penopang kegiatan itu,” ucapnya kepada Joglo Jateng Rabu (21/2/24).

Baca juga:  Penjaringan Diperpanjang, Lima Orang Telah Kembalikan Berkas

Lebih lanjut, dari perjalanan tahun ke tahun, sekolah mempunyai project untuk bisa menggerakkan kualitas pembelajaran. Maka, pihaknya membuat komunitas belajar yang dipimpin oleh guru penggerak. Karena di sekolah hanya memiliki 6 guru penggerak, pihaknya membuat 6 komunitas guru penggerak.

“Menggerakkan seluruh bapak ibu guru yang dikelompokkan dalam rumpun mapel masing-masing. Seperti matematika, bahasa, agama, TIK dan seterusnya,” tuturnya.

Dari komunitas belajar itu, mereka akan melakukan kegiatan implementasi kurikulum merdeka. Sebab, persoalan-persoalan yang dihadapi akar masalahnya dari raport pendidikan. Jadi, yang berbeda dari tahun kurikulum meredeka itu, nilai rapor pendidikan sekolah harus diintervensi oleh sekolah agar dapat meningkat.

Baca juga:  Petani Desa Menawan Wiwit Tandur Tanam 26 Ribu Tembakau

“Kegiatan komunitas belajar berorientasi pada rapor pendidikan yang harus ditingkatkan. Kami merencanakan dengan baik mulai dari perencanaan, membuat angket pemahaman guru sebelum, setelah adanya komunitas sampai dengan pasca penyelenggaran,” jelasnya kepada Joglo Jateng.

Ia melanjutkan, dalam program sekolah penggerak setiap semester ada tema yang dipilih. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran yang sudah dianggap tuntas dan kedua, berupa praktik mengajar.

“Harapannya semoga bapak ibu selalu bersemangat untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (cr3/fat)