Cegah Radang Otak, Dinkes Sleman Siapkan Vaksinasi JE

CEK: Petugas kesehatan saat memeriksa kesehatan anak sebelum menerima vaksinasi Polio di wilayah Seyegan, Sleman, beberapa waktu lalu. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memastikan adanya program vaksinasi Japanese Encephalitis (JE) di tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya penyakit radang otak akibat infeksi virus Japanese Encephalitis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, vaksinasi JE itu akan menyasar anak-anak usia 15 tahun ke bawah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat.

Selamat Idulfitri 2024

“Penyelenggaraan vaksin JE tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. JK.01.07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi JE di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dan DIY. Jadi, program dari pusat ini akan dilaksanakan juga di Kabupaten Sleman,” katanya, Senin (18/3/24).

Baca juga:  Waspada Antraks, DKPP Bantul Perketat Pengawasan Ternak

Ditanya terkait pelaksanaannya, Dinkes belum bisa memastikan kapan vaksinasi dilakukan. Pasalnya, untuk pelaksanaan masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Kesehatan. Meski begitu, persiapan sudah mulai dilakukan. “Kami sudah mulai mendata anak-anak yang kan divaksin. Sehingga ketika instruksi dari pusat sudah diturunkan kami sudah langsung siap melakukan vaksinasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menambahkan, vaksinasi terus dilakukan diwilayah Bumi Sembada sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Bukan hanya JE, di awal 2024, anak-anak di Sleman juga telah  mendapatkan vaksinasi polio.

Baca juga:  Merapi Muntahkan 1.700 Meter Guguran Awan Panas

“Pelaksanaan vaksinasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio tidak lepas adanya temuan kasus positif di Klaten yang berbatasan dengan Sleman. Atas temuan kasus itu, Klaten ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio sehingga upaya pencegahan diintensifkan di Sleman,” terangnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan memberikan vaksinasi tetap kepada anak berusia 0-7 tahun. Adapun pemberian vaksin polio dilaksanakan selama dua kali dengan animo yang sangat baik.

“Vaksin polio yang diberikan saat ini untuk melengkapi sehingga anak-anak benar-benar terhindar dari penyakit polio. Sebab, penyakit ini tidak ada obatnya dan pencegahan bisa dilakukan melalui program imunisasi. Begitu juga dengan vaksin JE ini nanti,” tandasnya. (bam/abd)