KOTA, Joglo Jogja– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melaksanakan pemantauan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Timoho, Kamis (4/4). Kegiatan itu guna memastikan ketersediaan stok, pelayanan dan takaran prima menghadapi libur lebaran.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengecek pasokan BBM yang ada di lokasi tersebut. Hal itu untuk menyambut lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.
“Tadi (Kamis, 4/4) kami sudah melakukan pengecekan, pasokan dan pengecekan kualitas BBM. Di mana kita mengukur satu liter bensin dan telah sesuai dengan takaran yang ada,” ungkapnya saat ditemui setelah kegiatan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengukuran tera dengan 20 liter bensin dan hanya selisih 30 mili liter dengan toleransi 60 mili liter. Sehingga itu telah sangat layak dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Saya berharap kondisi ini akan terus stabil, dari stok dan kualitas yang disediakan. Karena pengetesan BBM ini selalu mereka lakukan ketika awal shift SPBU beroperasi (setiap hari sekali),” tambahnya.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan BBM di SPBU, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan mobil storage. Kalau pun masih belum tercukupi, Pertamina Fuel Terminal Rewulu juga tidak terlalu jauh untuk dijangkau.
“Nantinya akan ada mobil storage dengan 24 ton BBM yang akan stand by dan ini akan terus kita pantau. Katika ada SPBU yang perlu disuplai yang paling dekat ada mobil storage ini, kalaupun ini tidak mencukupi, Rewulu juga tidak terlalu jauh dari kota,”
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Yogyakarta, Wahyu Purwatmo Budi Utomo menjelaskan, Pertamina melakukan lima aspek utama pelayanan di SPBU yaitu quality, quantity, digitalisasi, safety dan hospitality. Untuk quality, Pertamina memastikan kualitas BBM yang dijual di setiap SPBU baik.
Secara quantity takarannya terjaga karena seluruh SPBU di Kota Yogya statusnya pasti pas. Pengukuran tera selalu dilakukan setiap awal shift, di mana setiap 20 liter BBM selisihnya kurang dari 60 mililiter maksimalnya.
“Seluruh SPBU di Kota Yogyakarta sudah terkoneksi dengan sistem digitalisasi jadi kami bisa memonitor stok (BBM) secara real time. Pertamina menjamin stok selalu tersedia, baik itu produk pertalite dan solar yang subsidi dan pertamax maupun dex series,” pungkasnya. (riz/abd)










