MEMASUKI musim panas, masyarakat di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara yang sebagian besar memiliki mata pencarian sebagai nelayan dan petani ikan asin meraup berkah. Pasalnya, produksi ikan asin di sana kini meningkat.
Di sepanjang jalan desa, para petani ikan asin menjemur hasil tangkapan ikannya di depan rumah. Mereka sibuk menata dan membolak-balikkan ikan yang sedang ia jemur. Saat dirasa sudah kering, ikan-ikan itu pun siap untuk di angkat dari tempat penjemuran.
“Cuaca lagi panas, Allhamdulillah petani Kedungmalang turut merasakan berkah musim. Baik hasil tangkapan laut maupun produksi ikan asin,” ungkap salah satunya petani ikan asin asal Kedungmalang, Sarbuna di sela menjemur ikan asin, beberapa waktu lalu.
Dalam kondisi ini, ia mengaku bahwa saat musim tengah berpihak pada petani ikan asin. Pasalnya, kondisi cuaca panas membuat proses pengeringan ikan menjadi lebih cepat. Dalam sehari Sarbuna bisa memproduksi ikan asin antara 20-30 kilogram.
Produksi ikan asin, kata dia, sangat bergantung pada sinar matahari. Sehingga, ia memanfaatkan musim kemarau ini untuk menyetok ikan asin.
Meningkatnya kualitas hasil produksi karena cuaca panas pun juga berpengaruh pada nilai jual ikan asin yang turut meningkat. Harga ikan asin dengan kualitas bagus dan kering sempurna dijual dengan harga Rp 30-40 ribu per kilogram.
“Harga ikan asin tergantung pada ikannya. Minimal Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram. Itu pun kualitasnya juga sudah bagus,” tambahnya.
Sementara untuk pemasarannya telah menjangkau konsumen di berbagai wilayah. Baik lokal maupun luar daerah.
Ikan asin yang diproduksi Sarbuna pun bermacam-macam. Ada teri, kelapan, bilis, dan beberapa lain sebagainya. Ikannya sendiri ia peroleh dari para nelayan desa setempat.
Ia berharap, kondisi kemarau ini menjadikan petani ikan asin selalu bersyukur. Sebab, beberapa bulan terakhir ketika musim penghujan, ia sempat kehabisan stok produksi.
“Kalau panas di syukuri, tidak panas pun harus bersyukur. Walaupun terkadang kalau hujan petani ikan asin susah sendiri,” pungkasnya. (cr4/adf)










