Ratusan Siswa SD IT Al Islam Ikuti Wisuda Tahfidz

HARU: Penyerahan ijazah wisuda tahfidz oleh Kepala SD IT Al-Islam Susi Utami kepada para wisudawan yang berhasil mencapai target di Aula SMK Al Islam, Sabtu (25/5). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 106 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Al-Islam mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz angkatan ke 6. Mulai dari hafalan juz 1 hingga juz ke 10.

Kepala SD IT Al-Islam Susi Utami mengungkapkan rasa bangganya terhadap anak-anak yang telah berhasil meraih hafalannya. Wisuda tahfidz ini merupakan hasil dari program tahfidz siswa kelas 1 hingga 6.

“Program tahfidz menjadi program wajib yang diikuti anak-anak. Yaitu mulai pukul 07.30 pagi selama 80 menit,” ungkapnya usai prosesi wisuda di Aula SMK Al Islam, akhir pekan lalu.

Baca juga:  Implementasi Pelajaran Fikih, 145 Siswa Ikuti Manasik

Pada program ini, anak-anak mengikuti pembelajaran, hafalan dan rutin muroja’ah. Mereka juga setor hafalan masing-masing setengah atau satu halaman.

“Jadi anak-anak yang sudah mengikuti Qira’ati lanjut mengikuti program ini. Setiap mendapatkan hafalan sebanyak lima halaman pun ada ujian khusus,” imbuhnya.

Menurutnya, demikian itu sejalan dengan visi sholih, berprestasi dan berwawasan yang dimiliki SDIT Al Islam. Sehingga melalui program tahfidz ini bisa mengimplementasikan sholih yaitu dengan membaca, menghafal dan mengamalkan Al quran.

“Tidak ada target khusus untuk banyaknya juz yang dihafal. Akan tetapi sesuai dengan ketentuan masing-masing peserta didik diharuskan menghafalkan minimal 2 juz,” sambungnya.

Baca juga:  Unwahas Luluskan 650 Mahasiswa dari Berbagai Jurusan

Ia mengakui respons orang tua siswa sangat antusias dan terharu melihat anak-anak mereka mengikuti wisuda tahfidz. Menurutnya ini adalah momen yang ditunggu.

“Sebelum ini ada ujian munaqosah bagi mereka. Jadi inipun hadiah dan momen yang dinanti,”  tuturnya.

Sementara itu, ungkapan bangga disampaikan Anna Kharisma, orang tua siswa kelas 6 SDIT Al Islam bernama putra Rasya Muhammad Athaya Ardiansyah yang mampu menghafal 10 juz al-quran. Menurutnya, ini merupakan hasil dari kekonsistenan dan rutin melancarkan hafalan setiap habis maghrib dan subuh.

“Memang harus kontinu. Kami selalu mengajak anak kami untuk merutinkan hafalannya. Jadi menurut saya faktor orang tua sangat penting untuk mendukung hafalan anak,” ungkapnya.

Baca juga:  SDN Baluwarti Gelar Karya dan Pentas untuk Memperingati Hari Lahir Pancasila

Rencana, lanjut Anna, sang anak akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren sekaligus meneruskan hafalannya hingga 30 juz Alquran. Ia berharap anak-anak selalu istiqomah dalam menjaga Alquran.

“Kalau kita menjaga Alquran, Insyaallah Allah akan menjaga anak-anak kita,” ungkapnya. (cr1/fat)