MTsN 4 Bantul Gelar IHT untuk Membangun Zona Integritas

PAPARAN: Kepala MTsN 4 Bantul bersama narasumber dari salah satu SMK tengah memberikan paparan terkait pembangunan zona integritas di lingkungan sekolah, Rabu (29/5/24). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – MTsN 4 Bantul terus berkomitmen membangun Zona Integritas (ZI) guna menciptakan lingkungan kerja yang terpercaya di mata masyarakat. Salah satunya dengan mengadakan In House Training (IHT) yang berlangsung di aula madrasah.

Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan integritas tenaga pendidik. Pihaknya mewajibkan seluruh guru dan pegawai untuk aktif berpartisipasi dalam IHT.

“Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kualitas pendidik serta tenaga kependidikan. Tetapi juga menyosialisasikan pembangunan ZI menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” ungkapnya, Rabu (29/5/24).

Baca juga:  Asyiknya Edutrain Naik Kereta Ala Siswa SD Muhammadiyah BW

Dalam acara yang diikuti oleh 58 guru tersebut, pihaknya menambahkan, integritas adalah bagian penting dari tugas kita sebagai tenaga pendidik. Pihaknya berharap tidak hanya guru, tetapi juga pegawai lainnya turut aktif dalam mencapai tujuan ini.

“Kita harus memahami bagaimana dan apa yang perlu dipersiapkan dalam membangun zona integritas. Kita harus memastikan pelayanan yang bersih dan birokrasi yang memuaskan masyarakat,” ujar Sugeng.

Sementara itu, salah satu guru SMK dengan predikat WBK/WBBM, Rosidah Nur Hayati menyebutkan secara detail mengenai proses pembangunan zona integritas. Termasuk juga aspek-aspek penilaian, dan langkah-langkah monitoring untuk mencapai WBK.

Baca juga:  SD 2 Bacin Asah Otak Siswa Melalui Ekstra Sempoa

“Inovasi, agen perubahan, program berkelanjutan, dan alur pelayanan yang memuaskan sangat krusial dalam membangun zona integritas. Komitmen adalah kunci yang tidak bisa ditawar. Selain itu, kemudahan pelayanan dan program yang menyentuh masyarakat, terutama saat penerimaan peserta didik baru, juga sangat penting,” tuturnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi dalam setiap tahapan pembangunan ZI. Manajemen media juga tidak kalah penting. Karena inovasi yang baik perlu dipublikasikan dengan cara yang tepat agar diterima oleh masyarakat. (suf/adf)