Polres Bantul Pastikan Malam Takbiran Berjalan Kondusif

PAPARAN: Kapolres Bantul saat menyampaikan keterangan terkait takbir keliling perayaan Iduladha, Selasa (11/6/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bantul memastikan malam takbiran hari raya Iduladha 1445 H berjalan kondusif. Hal tersebut dinyatakan Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta saat melakukan audiensi bersama panitia lomba takbir keliling dan pengusaha sound system di Kabupaten Bantul di Mapolres Bantul, Selasa (11/6/24).

Berdasarkan data yang ada, pelaksanaan lomba takbir berkeliling berbeda-beda dengan takbir pada saat Hari Raya Idulfitri. “Kalau pada saat hari raya Idulfitri kemarin, itu terfokus pada malam takbiran saja, tapi di Iduladha nanti ada yang dilaksanakan pada malam tanggal 16 Juni, ada yang tanggal 17 Juni, bahkan ada yang tanggal 18 Juni,” terangnya, Selasa (11/6/24).

Baca juga:  Juara Umum! Corp Drum Band Gita Wibawa Surya Borong Piala di RRI Marching Band Fiesta ke-7

Menurutnya, tujuan Polres Bantul memastikan kondusifitas ini bukan untuk membatasi pelaksanaan takbir keliling, akan tetapi agar pelaksanaan takbir keliling ini tidak menimbulkan akses yang negatif di kemudian hari. “Karena pengalaman tahun lalu, terutama pada malam takbiran kita lihat banyak kejadian-kejadian akibat adanya provokasi. Antara lain penggunaan speaker terlalu keras, bahkan ada rumah warga yang kacanya pecah,” ujarnya.

Ironisnya lagi, banyak juga anak-anak muda yang mengonsumsi minuman beralkohol. Dirinya pun mempersilahkan masyarakat melaksanakan takbir keliling namun dengan persyaratan-persyaratan tertentu berdasarkan Surat Edaran (SE) Bersama tentang pelaksanaan kegiatan takbiran dan salat Iduladha 1445 Hijriah.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Segera Lakukan Pleno Penetapan Hasil Kursi Legislatif

“Boleh dilaksanakan sampai pada pukul 23.00 WIB. Karena masyarakat lainnya juga butuh beristirahat untuk mempersiapkan salat ied dan menyembelih hewan kurban pada pagi harinya,” jelas Michael.

Ia juga menegaskan, bahwa takbir keliling hanya boleh dilakukan di setiap kapanewon saja, tidak boleh keluar dari wilayah kapanewon-nya. Penggunaan sound system juga dibatasi sampai 75 desibel sesuai Surat Edaran Bupati yang sudah dikeluarkan dan sudah disepakati bersama.

Secara tegas, Michael juga mengingatkan peserta takbir keliling agar tidak ada yang mengonsumsi minuman keras. Peserta takbir keliling juga dilarang membawa petasan maupun kembang api yang takutnya akan digunakan untuk memprovokasi. (nik/abd)