Ada Ecobrik, Batik Ecoprint hingga Microgreen di Puncak HUT SMP 2 Kaliwungu

PEDULI : Siswi SMP 2 Kaliwungu tengah menunjukkan karya hasil pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pada momen HUT ke 34, Kamis, (13/06/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMP 2 Kaliwungu berlangsung meriah. Dalam momen itu terdapat tujuh stand yang menampilkan hasil karya inovasi para siswa. Diantaranya kreasi ecobrick , media tanam dan pupuk organik cair, batik ecoprint, suara demokrasi, olahan jamur dan microgreen.

Dalam momen itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga  (Disdikpora), Harjuna Widada, mengapresiasi karya siswa SMP 2 Kaliwungu. Ia berharap di usia ke 34 bisa terus berkarya dan mencetak generasi cerdas berprestasi di masa depan.

“Harapannya HUT ke 34 dengan tema Spendaka Berkarya ini anak-anak bisa mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dalam P5. Sekaligus modal untuk berkarya di masa depan,” ungkapnya pada Kamis, (13/06/2024).

Baca juga:  SMP 1 Jekulo Buka Posko Informasi Hingga Hari Terakhir

Sementara itu, Kepala SMP 2 Kaliwungu, Fitriani, menjelaskan, gelaran ini upaya sekolah mengapresiasi kerja keras dan kreativitas siswa. Khususnya yang telah dilakukan dalam gelaran P5.

“Banyak siswa kreatif yang senantiasa mengasah kemampuan diri selama ini. Dengan berbagai tema baik itu gaya hidup berkelanjutan, suara demokrasi maupun wirausaha,” jelasnya.

Ia menambahkan karya ecobrick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik untuk membuat blok bangunan yang dapat dimanfaatkan kembali. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi sampah dan meningkatkan kepedulian siswa.

“Jadi siswa memanfaatkan botol bekas menjadi karya yang cantik. Bisa dipakai sebagai meja dan kursi,” imbuhnya.

Baca juga:  Sikapi dengan Bijak Tradisi Perayaan Kelulusan Siswa

Sedangkan, kata Fitri, hasil karya ecoprint oleh siswa berupa baju, sepatu, wadah tisu dan lainnya juga dipamerkan. Bahkan ditampilkan dalam fashion show.

“Hasil ecoprint ini juga kami para Bapak Ibu Guru menjadikannya sebagai sebuah seragam. Wujud kebanggaan kami pada anak-anak yang telah berkreasi sedemikian rupa bagusnya,” katanya.

Tidak hanya itu, lebih lanjut papar Fitri, pelajar sekolah juga mendapatkan materi pembuatan media tanam dan pupuk cair organik. Yang bisa dimanfaatkan mereka bahkan para orang tua.

“Sementara di stan olahan jamur ada demo masak yang dilakukan siswa, para tamu pun bisa mencicipi atau membeli jamur yang belum diolah maupun yang sudah,” paparnya.

Baca juga:  SMP Agustinus Semarang Siap Tampung Siswa yang tak Lolos di Sekolah Negeri

Dan selanjutnya microgreen yang merupakan tanaman muda, lunak, serta tanaman  yang  dapat  dimakan  dan dipanen sebagai bibit. Ia menyebut, melalui microgreen ini memberi edukasi hidup sehat pada ajak dengan berkebun dan pelatihan menanam dengan metode microgreen.

“Terakhir yaitu stand suara demokrasi yang menampilkan hasil praktik anak-anak pada masa pemilihan ketua osis. Jadi semua dari gelar ini tujuannya memberikan apresiasi kepada mereka agar terus semangat berkarya,” bebernya. (cr1)