Dewan Desak Pemda Bantul Lebih Proaktif soal Pasar

SEPI: Tampak depan Pasar Bantul dengan kios-kios di lantai dua yang berhenti beroperasi, belum lama ini. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Puluhan kios di Pasar Bantul berhenti beroperasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul mendesak Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) agar lebih proaktif. Pihaknya meminta pemerintah daerah (pemda) agar menarik Surat Keterangan Hak Pemanfaatan (SKHP) yang dimiliki pedagang sebelumnya dan ditawarkan ke pedagang baru.

Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Arif Haryanto mengatakan, kios-kios di Pasar Bantul yang mangkrak ini sebelumnya sudah dimiliki oleh para pedagang yang telah mengurus SKHP. Bahkan dulu pihaknya juga telah melakukan sidak guna memastikan kios yang tidak beroperasi itu.

Baca juga:  Fasilitasi UMKM Kembangkan Usaha Serat Alam

“Dulu pernah kita sidak, kios-kios itu masih dalam sewaan pedagang. Tapi mungkin karena sepi, pedagang tidak berdagang lagi,” ungkapnya, Rabu (19/6/24).

Arif mengatakan, melihat kondisi ini, seharusnya Pemda melalui dinas terkait lebih proaktif melakukan monitoring dan pendataan ulang. Menurutnya, kios-kios yang sudah tidak lagi digunakan tersebut sewajarnya dilakukan penarikan dan ditawarkan kembali ke pedagang lain.

“Prinsipnya menurut saya, pemda melakukan monitoring terus mendata ulang. Kalau memang tidak bisa lagi, kan ditarik dan tawarkan lagi. Tapi problem berikutnya, ada apa tidak pedagang baru yang bersedia menyewa lagi. Karena ada banyak problem sekarang ini pasar itu tidak lagi seperti dulu, sudah banyak saingannya. Itu problem lain yang tidak bisa pemda langsung intervensi,” jelasnya.

Baca juga:  Okupansi Hotel DIY Menurun Dibanding Tahun Lalu

Lebih lanjut, kios yang telah memiliki SKHP ini tidak bisa begitu saja diperjual belikan. Menurutnya, aturan ini sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat.

“Ada larangannya di situ memperjual-belikan, entah sepi dan tidak jualan lagi mestinya dikembalikan. Kemudian dinas terkait menawarkan kembali ke pedagang lain,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pasar Bantul Rohadi mengatakan, kios-kios ini dulu sempat terisi penuh oleh pedagang. Akan tetapi, pada waktu Covid-19 lalu, pedagang akhirnya tidak lagi melanjutkan usaha mereka karena sepi pengunjung. “Dulu sempat terisi semua. Tapi sekarang dari 96 kios yang tersedia, hanya empat yang terisi,” ujarnya. (nik/abd)