MESKIPUN belajar secara autodidak dari media sosial dan praktik secara langsung, semangat Moh. Wahyu Hadi Wibowo (28) tetap membara untuk mengikuti ajang Lomba Logo HUT Pemalang ke-450 tahun 2025. Dari tiga kali mencoba, akhirnya di tahun ini dirinya berhasil menjuarai lomba tersebut.
Pria yang saat ini telah menekuni dunia desain grafis sebagai pekerjaannya itu memiliki motivasi kuat untuk memberikan sumbangsihnya. Tahun 2023 menjadi kali pertamanya mengikuti lomba membuat logo HUT Pemalang. Namun, dirinya tidak mendapatkan juara.
Selanjutnya, pada kesempatan kedua ia berbenah hingga menjadi runner-up di 2024. Hingga akhirnya pada percobaan ketigalah dirinya berhasil didapuk menjadi juara pertama.
“Pertama itu HUT ke-448 saya belum lolos karena baru pertama kali mungkin ya jadi pengalaman belajar untuk tahun selanjutnya HUT ke-449 itu alhamdulillah dapat runner-up. Terakhir tahun ini saya sangat puas bisa memberikan yang terbaik untuk Pemalang di HUT ke-450 tahun 2025 desain saya dipilih,” tuturnya dengan bangga.
Memiliki latar belakang pendidikan D3 Teknologi Pengolahan Produk Kulit, dirinya mengaku belajar secara autodidak tentang dunia desain grafis. Khusus desain Logo HUT Pemalang 450 ini, memakan waktu 5-6 hari pada pembentukannya.

Kesulitan yang ia hadapi adalah pada saat harus mendesain angka 450 yang dikombinasikan dengan potensi keunggulan dan visi misi Kabupaten Pemalang. Di mana ia harus membuat logo yang kaya makna namun tetap sederhana dan enak dilihat.
Sedikit tips dan trik yang ditunjukkan oleh Hadi bila para generasi muda ingin menekuni dunia desain grafis adalah belajar bagaimana sebuah desain itu enak dilihat. Lalu tentang komposisi desain, warna, dan penggunaan font. Selain itu, hal yang sangat penting, yaitu tidak takut untuk memulai serta jangan pernah berhenti selalu belajar terus baik dari hasil desain sendiri maupun pengalaman orang lain.
“Saya sering sharing juga ke sesama desain grafis dan tidak membedakan mereka baru atau lama. Semua ilmu bisa di dapatkan dari mana pun, jadi saya terus belajar hingga sekarang juga masih tetap sama walaupun sudah menjadi sebuah pekerjaan,” pungkasnya. (fan/adf)










