SEMARANG, Joglo Jateng – Divisi kesehatan dan lingkungan (Kesling) dari Posko 18 KKN MIT ke-19 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan pengujian laboratorium air bersih bekerja sama dengan Puskesmas Banyubiru.
Kegiatan ini dilakukan di Desa Sepakung, lebih tepatnya di Dusun Srandil dan Dusun Krajan.
Tujuan diselenggarakannya pengujian lab air bersih ini untuk mengetahui tingkat keamanan air rumah tangga yang dikonsumsi masyarakat setempat.
Perwakilan yang hadir dalam pengambilan sampel air terdiri dari empat orang mahasiswa KKN dan empat orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyubiru, serta didampingi oleh Kepala Dusun Srandil dan Krajan.
Pengambilan sampel air diawali di Dusun Srandil yang berlokasi di sumber mata air Plandakan. Jarak sumber mata air ini sekitar 1,5 kilometer dari rumah warga.
Pengujian lab air di Dusun Srandil terdiri dari 18 parameter yang meliputi pemeriksaan coliform, E. coli, bau, kekeruhan, suhu, warna, besi, fluorida, mangan, pH, nitrit, nitrat, kromium, klorin, cadmium, TDS, timbal, dan arsen.
“Sumber mata air ini digunakan khusus untuk warga Srandil RT 01 dan RT 02 sebanyak 80 Kartu Keluarga” ujar Turmidi selaku Kepala Dusun Srandil.
Ia juga menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertama dilakukannya pengujian lab air bersih di Dusun Srandil.
Selanjutnya, pengambilan sampel air di Dusun Krajan berlokasi di sumber mata air Pamsimas HID.
Pengujian lab air di dusun ini terdiri dari enam parameter yang meliputi pemeriksaan coliform, E. coli, kekeruhan, besi, mangan, dan pH.
Sumber mata air tersebut digunakan untuk lima RT atau satu dusun yang terdiri dari sekitar 100 Kepala Keluarga.
Biaya yang dikeluarkan setiap rumah yaitu sebesar Rp 2.000,00/meter untuk biaya listrik.
Pengeluaran biaya listrik sekitar Rp 900.000,00/bulan.
“Sumber mata air Pamsimas HID sekarang dikelola oleh pemuda Karang Taruna Dusun Krajan baru sekitar 2-3 bulan. Sebelumnya dikelola oleh saya sendiri” ujar Sugeng selaku Kepala Dusun Krajan.
“Air di Dusun Krajan mulai dikonsumsi warga sudah dari zaman nenek moyang karena rasanya enak, lalu sekitar 20 tahun yang lalu pernah dilakukan pengujian lab oleh orang Jakarta hasilnya bagus dan aman untuk dikonsumsi.” tambah Sugeng.










