Komitmen Realisasikan Perda Pesantren
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan bahwa program Jepara mulus akan menekankan mulus pada infrastrukturnya. Meski begitu, tidak mengesampingkan program mulus lainnya, seperti mulus pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya.
Kata Hajar, ia juga memiliki program sendiri yaitu, Jum’at berangkat. Di mana dalam program tersebut dirinya akan melaksanakan sapa Jum’at di setiap masjid yang ada di Kabupaten. Jum’at berangkat juga dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama.
“Jum’at berangkat kan lahir dari pemikiran saya, kalau bisa sholat Jum’at berkeliling di setiap masjid di Jepara. Nanti bertemu dengan tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Di masa kepimimpinannya, Hajar meniatkannya untuk mengabdi ke masyarakat. Sebab, kata dia, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bekerja untuk masyarakat, bersikap adil, amanah, dan mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
“Tujuannya satu, bermanfaat kepada sesama dan mengabdi kepada masyarakat. Di samping itu, saya sebagai anak juga ingin melanjutkan perjuangan napak tilas dari sang ayah (Mantan Bupati, Mantan Bupati Jepara 2012-2019),” paparnya.
Berlatarbelakang sebagai seorang santri, di masa kepemimpinannya, Hajar berkomitmen, pemerintah Kabupaten Jepara akan mengawal dan merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren yang telah dibuat oleh DPRD Jepara.
Ia ingin, program Pemerintah Kabupaten Jepara juga memihak kepada para santri sekaligus pesantren di Jepara mendapat perhatian khusus. “Selain itu, saya berpesan kepada santri agar jangan sampai buta akan politik. Kita harus ikut andil di dalam perpolitikan baik di tingkat kabupaten sampai nasional,” tutupnya. (oka/gih)










