Setelah pandemi berakhir pada 2022, lanjutnya, Fatan mulai berlatih dengan sangat serius. Ia menunjukkan perkembangan pesat dalam teknik gerakannya.
“Perjalanan prestasi Fatan dimulai pada 2023, ketika ia mengikuti Kejuaraan Cabang (Kejurcab) di IAIN Kudus dan berhasil meraih juara tiga dalam kategori pasangan. Pada tahun berikutnya, ia kembali bertanding di kejuaraan yang sama dan meraih juara dua dalam kategori seni tunggal,” jelasnya.
Kemudian, ia berhasil melangkah ke kancah nasional dan meraih juara dua. Sebelum akhirnya pada 2025, dalam ajang POPDA antar perguruan, ia menyabet juara satu.
Fatan mengakui bahwa pelatihnya, sangat berperan besar dalam membimbingnya. Menurutnya, cara melatih yang penuh semangat dan perhatian membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkembang.
“Selain itu, melalui pencak silat saya bisa mendapatkan banyak teman dan memperluas pengetahuan. Saya bercita-cita menjadi pelatih pencak silat agar dapat meneruskan ilmu yang telah dipelajari,” pungkasnya. (cr9/fat)










