Waspada! 2.000 Kasus DBD di Purworejo, 4 Orang Meninggal

MELINTAS: Tampak kendaraan tengah melintasi Kantor DKD Kabupaten Purworejo. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Selama kurun waktu Januari hingga pertengahan Maret 2025, sudah ada 2.000 orang lebih di Kabupaten Purworejo, terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dari jumlah tersebut, empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Daerah (DKD) Kabupaten Purworejo dr Budi Susanti menyebutkan, 2.000 lebih orang positif DBD. Menghadapi banyaknya warga yang terserang DB sejak akhir 2024 itu, DKD Purworejo telah melakukan berbagai upaya. Antara lain, penyelidikan epidemiologi setiap ada kasus baru.

“Kami menggerakkan masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) plus setiap sepekan sekali selama 10 pekan. Hal ini untuk memutuskan mata rantai penularan. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan PSN,” tuturnya, Minggu (23/3/25).

Pihaknya melanjutkan, DKD juga telah membentuk juru pemantauan jentik di setiap desa yang ada kasusnya. Serta, untuk menghadapi banyaknya pemudik pada Hari Raya Idulfitri, ia mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan PSN.

“Imbauan kami ke masyarakat, jangan lupa tetap PSN serentak sepekan sekali dan pemantauan jentik di dalam dan luar rumah. Kepada warga, setiap hari, terutama di desa yang ada kasus supaya Lebaran dan momen mudik menjadi nyaman dan sehat,” ujarnya.

Meski masih mencapai ribuan kasus, namun kasus DBD sudah menurun dibanding pada Januari 2025. Penyakit ini, menurutnya tergantung musim penghujan.

Ketika memasuki musim kemarau DBD menurun drastis, bahkan sampai tidak ada kasus, karena tidak ada genangan air. Sebab, genangan air yang tidak segera dibersihkan dalam waktu 7-10 hari, akan menjadi perindukkan nyamuk. (mrn/sam)