Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dini Hanggandari mengapresiasi, langkah yang dilakukan oleh Pemkab Purbalingga dalam memajukan IKM. Hal ini karena industri manufaktur termasuk IKM merupakan penyumbang PDB tertinggi untuk Indonesia.
Kemenperin telah melakukan kerja sama dengan Pemkab Purbalingga, antara lain sertifikasi SKKNI pengelasan, fasilitasi mesin peralatan IKM knalpot dan pendampingan IKM alat angkut dalam pembuatan kendaraan listrik.
Dia melanjutkan, rencananya Kemenperin RI juga akan membuat Material Center untuk memenuhi kebutuhan bahan baku IKM Logam. “Kalau IKM produknya meningkat tentunya akan semakin baik lagi. Industri di Purbalingga sangat bagus, tentu akan bisa meningkatkan perekonomian,” tuturnya.
Sedangkan, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, untuk meningkatkan omzet, IKM harus melihat pasar terlebih dahulu. “Dengan begitu, harus berpikir apa yang menjadi kebutuhan pasar, setelah itu buatlah produk yang bisa memecahkan solusi di pasar dan harus memiliki nilai lebih dibanding produsen lain,” ungkapnya. (abd/sam)










