“Dengan dibukanya museum Pop-up ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat Jepara, terutama anak-anak muda, agar memahami nilai-nilai juang dan patriotisme Ratu Kalinyamat,” ujarnya.
Nur Hidayat menambahkan, konsep museum Pop-up dipilih agar informasi sejarah dapat tersampaikan lebih cepat dan terasa dekat dengan masyarakat karena modelnya yang kekinian dan interaktif.
Bupati Jepara Witiarso Utomo turut mengapresiasi kepada Lestari Moerdijat dan Yayasan Dharma Bakti Lestari. “Saya mengucapkan terima kasih atas karya luar biasa ini. Museum ini akan dibuka selama tiga bulan dan nantinya akan diserahkan kepada Yayasan Sultan Hadlirin,” ujar Bupati.
Ia juga berharap kehadiran museum ini dapat menjadi awal dari pembangunan kebudayaan lainnya di Jepara. “Harapan kami, museum ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Tidak hanya wisata religi, tapi juga wisata sejarah dan edukatif,” tandasnya. (oka/gih)










