Inovasi Baru! Speling Hadirkan Dokter Spesialis Langsung ke Desa-Desa di Purworejo

PAPARKAN: Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi saat memberikan sambutan dalam launching Layanan Speling, di Aula RSUD Tjitrowardojo, Selasa (29/4/25). (MARNIE/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo dr Sudarmi memaparkan, angka kematian ibu dan bayi di Purworejo masih tinggi. Hingga akhir April 2025 ini, tercatat ada 6 kematian ibu dan bayinya.

“Semoga tidak ada penambahan lagi, tidak ada ibu dan bayi yang meninggal. Selain itu, angka stunting ini juga lumayan tinggi, masih 2 digit. Harapannya, tahun ini angka itu bisa turun menjadi 1 digit. Untuk tuberkulosis (TB) masih di bawah target cakupan penemuan dan success rate. Purworejo juga tertinggi di Jateng prevalensi atau jumlah kasus gangguan jiwanya 22,6 per 1.000 KK,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa inovasi, termasuk quick win yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi yang berulang tahun, penuntasan TB dan penyediaan sarpras rumah sakit.

Adapun Speling sendiri, tujuannya untuk mendekatkan akses layanan dokter kepada masyarakat. Di tahap pertama, ada 39 desa yang terpilih menjadi tempat layanan Speling. Sedangkan, rencananya Pemkab akan membuka layanan Speling minimal di 70 desa

Nantinya, sebanyak empat Dokter Spesialis Obgyn, Spesialis Kejiwaan, Spesialis Paru dan Spesialis Pemyakit Dalam akan bergiliran tugas di desa-desa tersebut. Jenis layanan yang akan dilayani adalah skrining IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), untuk mendeteksi dini kanker leher rahim (serviks). Kemudian pemeriksaan TB, pemeriksaan kesehatan jiwa dan penyakit tidak menular lainnya.(mrn/sam)