Pada gelaran CJIBF kali ini, calon investor juga melakukan pertemuan bisnis dengan pengelola lima kawasan industri di Jawa Tengah. Yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Jatengland Industrial Park Sayung, dan Batang Industrial Park.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, kegiatan CJIBF berperan penting dalam mendongkrak investasi di Jawa Tengah. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Forum tahunan tersebut tidak hanya pertemuan business to business, tetapi juga meliputi diskusi. Beberapa perusahaan bahkan sudah agreement, tanda tangan kerja sama antarperusahaan dan antarwilayah, bahkan antarnegara, dalam rangka mengembangkan investasi di Jawa Tengah,” jelasnya.
Luthfi mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi Jateng memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan investasi di daerahnya. Meliputi daya saing daerah, infrastruktur memadai, tenaga kerja kompetitif, dan sistem perizinan berbasis elektronik yang terintegrasi. Daya saing infrastruktur di Jawa Tengah meliputi jalan tol Semarang-Demak dan Trans Jawa, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Intan Cilacap.
“Investasi di Jawa Tengah saat ini sedang galak-galaknya. Kenapa saya katakan begitu? Karena Jawa Tengah. Dari segi penanaman, keamanan, ketertiban, perizinan, semuanya, semuanya ada dan semuanya sudah menjadi jaminan kita. Artinya investasi ini betul-betul menjadi hal yang sangat luar biasa sekali dalam rangka pengembangan Jawa Tengah,” tegasnya. (luk/adf)










