PURWOREJO, Joglo Jateng – Warga Dusun Surogenen, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, bersama keluarga korban dan keluarga besar Yayasan As Syafi’iyah, Mendut, Kabupaten Magelang, mengadakan doa bersama di Masjid Baitul Mustaqin Desa Kalijambe, pada Rabu (14/6) malam.
Doa bersama tersebut untuk memperingati 7 hari meninggalnya 10 guru SD ITQ As Syafi’iyah dan 2 sopir yang menjadi korban dalam kecelakaan maut dump truck versus angkudes di turunan Kali Jambe, Jalan Magelang-Purworejo, Rabu (7/6) lalu. Selain itu, mereka juga melaksanakan tabur bunga dilokasi terjadinya kecelakaan.
“Ini hari ketujuh dari kecelakaan yang menimpa rombongan dari SD ITQ As Syafi’iyah Mendut, Magelang. Kami sudah melaksanakan doa bersama di SD, lalu menutup peringatan 7 hari dengan doa bersama masyarakat Dusun Surogenan, Desa Kalijambe. Kemudian, dilanjutkan tabur bunga di lokasi kecelakaan. Kita niatnya mendoakan, semoga Allah SWT ridho, memberikan rahmat serta maghfiroh kepada para almarhumah khususnya,” kata Ketua Yayasan As Syafi’iyah Mendut, DR Habib Syafi’i M.
Terkait masalah kecelakaan yang menimpa 11 guru dan driver SD ITQ As Syafi’iyah Mendut, pihak yayasan masih menunggu itikad baik dari pemilik perusahaan. Sampai sekarang sudah ada dua orang yang datang mengaku dari pemilik mobil itu.
“Tapi setelah kita coba tanya-tanya, dia bukan pemilik mobil itu, dia orang suruhan saja. Sampai sekarang belum ada itikad baik. Informasi yang saya peroleh keluarga korban juga belum ada yang dikunjungi,” jelasnya.
Menurutnya, peristiwa kecelakaan yang menimpa guru dan driver SD ITQ As Syafi’iyah Mendut itu merupakan musibah dan pihaknya bisa menerima dengan ikhlas. Namun, yang dinanti oleh pihak yayasan bersama keluarga korban adalah sisi kemanusian dari pemilik perusahaan.
“Sopir itu mungkin bagian kecil, dari buruknya manajemen keselamatan di sebuah perusahaan. Sehingga tanggung jawabnya tidak bisa hanya pada sopir. Seluruhnya dari perusahaan yang tanggung jawab,” ujarnya.










