Dispertan Kota Semarang Gelar Bimtek Pemotongan Hewan Kurban untuk Takmir Masjid 16 Kecamatan

MENYAMPAIKAN: Kepala Dispertan Kota Semarang Shoti’ah memberikan pemaparan dalam agenda Bimtek Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban menjelang Iduladha 2025 di Aula Kantor Dispertan Kota Semarang, Selasa (20/5/25). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

Selama dua bulan terakhir, kata Shoti’ah, pihaknya belum mendapatkan laporan aktif tambahan soal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berpotensi diidap oleh hewan kurban.

“Terakhir total ada 66 kasus, 6 di antaranya meninggal dunia. Namun setelah itu belum ada laporan lagi,” ungkapnya.

Kemudian, berdasarkan data yang ia terima, hingga saat ini ketersediaan hewan kurban di Kota Semarang belum mencukupi, dengan total keseluruhan 4.630 ekor. Baik hewan kurban, seperti domba, kerbau, sapi dan kambing. Sedangkan, kebutuhan hewan kurban sendiri mencapai 8.994 ekor pada tahun ini. Hal tersebut lantaran Kota Semarang bukan wilayah produksi hewan ternak.

“Biasanya banyak sekali yang pedagang (hewan kurban, Red.) yang mungkin itu dari Boyolali atau daerah lain,” katanya. (int/adf)