”Nah untuk Massa kemudian berjalan bersama menuju titik utama di depan Pabrik Polytron Sayung, kawasan yang selama ini menjadi langganan rob,” tukasnya.
Setibanya di lokasi, peserta melangsungkan istigasah akbar, pembacaan Maulidur Rasul, asroqol, serta orasi dari tokoh-tokoh NU dan perwakilan masyarakat. Turut hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah, Menteri PUPR, dan Wakil Bupati Demak.
Lebih lanjut, rob yang terjadi sejak tahun 2001 belum juga menemukan solusi permanen. Meski sudah ada sejumlah upaya dari pemerintah daerah, namun pembangunan tanggul laut sebagai solusi jangka panjang belum benar-benar terwujud.
“Banyak desa sudah terendam, bahkan hilang. Desa seperti Bedono, dan Morosari kini hanya menyisakan makam. Dulu itu desa, sekarang tinggal makamnya saja yang kelihatan,” ujarnya.
PCNU Demak mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul laut sebagai langkah penyelamatan terakhir.
“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut kemanusiaan. Sudah terlalu lama warga menderita,” pungkasnya. (adm/adf)










