Demak  

Antisipasi Kemarau Kering 2026, BPBD Demak Siapkan Bantuan Air Bersih

TERIK: Kondisi arus lalu lintas di Kabupaten Demak yang tampak terik menyengat. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih kering dan panas dibandingkan kondisi normal. Langkah antisipasi dilakukan untuk mengurangi risiko kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran lahan dan permukiman yang berpotensi meningkat selama periode kemarau.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono menjelaskan, prediksi tersebut mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan yang diterimanya, karakteristik kemarau tahun ini diperkirakan menyerupai kondisi yang terjadi pada 2023. Saat itu, sejumlah wilayah mengalami kekeringan cukup parah dan risiko kebakaran meningkat.

Menghadapi situasi tersebut, BPBD telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang berpotensi terdampak. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta instansi terkait terus diperkuat agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Salah satu fokus utama BPBD adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sejumlah wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan menjadi prioritas pemantauan, di antaranya Kecamatan Mranggen, Karangawen, Karangtengah, dan sebagian wilayah Wedung.

“Beberapa desa di Kecamatan Dempet dan Kebonagung juga masuk dalam daftar wilayah yang diawasi, karena memiliki potensi terdampak kekurangan air bersih,” katanya.

Agus menegaskan, BPBD telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung untuk distribusi air bersih apabila terjadi krisis air di masyarakat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama selama musim kemarau berlangsung.

”Kami siap memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Berapa pun kebutuhan yang diperlukan akan kami upayakan agar dapat terpenuhi,” tegasnya.

Selain langkah penanganan teknis, BPBD juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, surat edaran, hingga kegiatan langsung di tingkat desa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan jika ditemukan potensi kebakaran atau kekeringan,” tandasnya.

Untuk memperkuat respons kebencanaan, pihaknya juga menggandeng hampir 500 relawan yang berasal dari berbagai komunitas siaga bencana di Kabupaten Demak. Ratusan relawan tersebut akan ditempatkan di sejumlah posko siaga guna mempercepat penanganan apabila terjadi bencana selama musim kemarau. (adm/fat/rds)