SURAKARTA, Joglo Jateng – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Solo sukses menyelenggarakan Pelatihan Kaderisasi Lanjut (PKL), yang diikuti oleh 24 kader dari lintas cabang se-Jawa Tengah.
Mengusung tema “Islam Progresif dalam Rancangan Kota: Menakar Peran PMII dalam Mendorong Pembangunan Berbasis Teknokrasi yang Berkeadilan Sosial”, PKL ini berlangsung pada 24-29 Juni 2025 di MA Al-Muayyad Surakarta.
Ketua PC PMII Solo, Mochammad Rifqi Hananto menjelaskan bahwa PKL kali ini difokuskan pada isu-isu perkotaan.
Tujuannya agar para kader lebih peka terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi di wilayah cabang masing-masing.
Selain itu, peserta PKL juga diharapkan menjadi kader PMII yang kritis transformatif dan bisa menjadi mitra dalam pembangunan berkelanjutan.
“PKL kali ini mengangkat wacana diusulkannya Solo sebagai Kota Slow Living. Isu dan wacana ini sangat penting untuk diangkat dan didiskusikan bersama agar kader PMII dapat aware dan paham terkait isu yang ada wilayah perkotaan,” jelas Rifqi pada Joglo Jateng, belum lama ini.
Selama enam hari pelatihan, peserta PKL mendapatkan 15 materi strategis.
Salah diantaranya ada analisis kebijakan dan orientasi pembangunan daerah, IPTEK dan perubahan sosial, advokasi dan strategi pendampingan masyarakat, serta tata kelola wilayah perkotaan.
Menariknya setelah mendapatkan materi, para peserta diterjukan langsung ke lapangan untuk melakukan studi mini.
Mereka melakukan riset terhadap masyarakat seputar tata kelola Kota Surakarta dari aspek ekonomi, sosial, budaya hingga politik.
“Jadi peserta itu tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat dieksekusi di lapangan,” terangnya.
Salah satu peserta, Safira Fahmiyatun Nisa dari PC PMII Kota Semarang mengaku antusias mengikuti PKL ini. Menurutnya, pemateri yang dihadirkan sangat kompeten dan sesuai pada bidangnya masing-masing. Seperti Eva Yuliana, Komisaris Independen PT Angkasa Pura Indonesia sekaligus Eks Komisi III DPR RI periode 2019-2024 pada materi analisis kebijakan dan orientasi pembangunan daerah.
“Semoga pasca PKL ini, ilmu yang didapatkan tidak hanya untuk kader PMII, melainkan juga kepada masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, peserta lain, Tegar Pradana dari Komisariat Alma Ata Yogyakarta menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kader PMII di era saat ini. Terutama dalam aspek kaderisasi yang disampaikan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Meski materi yang disampaikan cukup berat, gagasan dari pemateri mudah dipahami dan sesuai dengan konteks yang kita hadapi sekarang ini,” sebut Tegar. (ara/adf).










