TAK banyak yang menyangka, sosok penjaga gawang tangguh yang mengharumkan nama Kudus di panggung internasional berawal dari lapangan sekolah sederhana. Dia adalah Alya Putri Aryanto, siswi SD 1 Wergu Kulon yang sukses mengawal gawang tim Indonesia dalam ajang sepak bola internasional Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025.
Langkah Alya di dunia sepak bola dimulai tidak sengaja pada akhir 2023. Kala itu, sekolahnya mengikuti Milklife Soccer Challenge Batch 2 yang digelar di Supersoccer Arena Kudus. Tanpa bekal pengalaman sebagai kiper, Alya memberanikan diri mendaftar bermodal latihan dua minggu bersama guru olahraganya, Ardi.
“Awalnya masih takut-takut. Cuma belajar dasar, nangkap bola ke kanan, kiri dan pantulan. Tapi ternyata aku malah senang jadi kiper,” ungkap Alya.
Keberaniannya berbuah manis. Alya terpilih masuk tim Wayang Gatot Kaca U12 tim campuran putra-putri binaan DJarum Foundation. Mereka meraih juara pertama, dan Alya menyabet dua penghargaan sekaligus Best Goalkeeper dan Best Player.

Tahun 2024 menjadi momentum konsistensi. Alya terus menorehkan prestasi di berbagai ajang, termasuk turnamen antar sekolah dan kompetisi Hydro Plus, di mana ia kembali membawa pulang gelar kiper terbaik. Tidak hanya itu, ia ikut mengantarkan timnya menjadi runner-up.
Tahun berikutnya, Alya melangkah lebih jauh. Ia terpilih dalam tim All Star Kudus, hasil seleksi dari delapan kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Tim tersebut keluar sebagai juara satu dan menjadi gerbang seleksi nasional menuju JSSL di Singapura.
Di Singapura, Alya tampil luar biasa. Bersama tim U12, ia menjaga gawang tetap steril dari kebobolan hingga babak semifinal. Sayang, di partai final, tim Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1-0. “Golnya karena miskomunikasi. Tapi aku tetap bangga bisa sampai sejauh ini,” katanya sambil tersenyum.
Selain itu, ia juga membeberkan kiper idolanya. Yaitu Emiliano Martinez, kiper timnas Argentina. Sosok Martinez tak hanya memberi inspirasi soal teknik, tapi juga mental tangguh di lapangan. “Aku lihat dia di TikTok. Refleknya bagus banget, terutama pas penalti. Aku ingin bisa seperti itu juga,” ucapnya.










