Pertahankan Adiwiyata Mandiri, SDIT Al Islam Kudus Konsisten Tanamkan Cinta Lingkungan

ANTRE: Dua siswi SDIT Al Islam Kudus terlihat sedang antre untuk memasukkan sampah layak sedekah ke dalam karung, baru-baru ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – SDIT Al Islam Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kali ini sekolah tersebut berhasil mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri. Capaian ini menjadi bukti nyata. Sekolah berbasis Islam ini, konsisten menerapkan visi dan misi yang berwawasan lingkungan.

Koordinator Program Adiwiyata SDIT Al Islam Kudus, Anik Suprobowati menyampaikan, visi tersebut dijabarkan dalam berbagai program nyata yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Salah satu utamanya adalah pengelolaan sampah harian di setiap kelas atau teras.

“Siswa diajarkan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Termasuk mengenali mana yang memiliki nilai ekonomis. Agar mereka memahami, limbah pun bisa memberikan manfaat. Kami juga melibatkan orang tua melalui program sampah layak sedekah,” jelasnya.

Program ini mengajak siswa, membawa sampah rumah tangga yang aman dan layak, untuk didaur ulang ke sekolah. Setiap Sabtu pagi antara pukul 06.15 hingga 07.00. Selain menjadi edukasi lingkungan, kegiatan ini melatih tanggung jawab dan kepekaan sosial siswa.

“Sebagai bagian dari persyaratan Adiwiyata Mandiri, kami turut melakukan pengimbasan. Kepada sekolah lain dan masyarakat sekitar. Di antaranya adalah, SD 4 Mejobo dan SD 4 Tenggeles. Yang kini mendapat pendampingan, dalam membangun budaya lingkungan hidup,” ujarnya.

Koordinator Program Adiwiyata lainnya, Narto menyebutkan, sekolah juga menggandeng warga lingkungan RW belakang sekolah untuk membentuk bank sampah. Serta mengenalkan pembuatan lubang biopori, kompos hingga kerajinan dari barang bekas.

“Adiwiyata mandiri bukan hanya soal penghargaan. Tetapi harus menjadi karakter siswa. Kita harus terus menjaga semangat ini. Agar budaya ramah lingkungan benar-benar tertanam kuat. Kami ingin memberdayakan potensi anak-anak, untuk mencintai alam sejak dini,” tutupnya. (cr9/fat)