Jepara  

Trans Jateng Direncanakan Beroperasi di Jepara

SUASANA: Kondisi penumpang BRT Trans Jateng pada rute Semarang, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan rencana perluasan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng hingga ke Kabupaten Jepara. Rencana aglomerasi BRT Trans Jateng pada rute Jepara, Kudus, Pati ini, ditargetkan mulai beroperasi tahun 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan menyampaikan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap feasibility study atau studi kelayakan. Kajian ini merupakan tindak lanjut dari usulan Dishub Jepara yang diajukan pada akhir tahun 2023.

“Ini masih proses feasibility study, hasil usulan kita di akhir 2023 lalu. Cuma survei kemarin, masih beda pendapat antara mau dibuat dua atau satu aglomerasi,” terangnya pada Joglo Jateng, Minggu (10/8).

Ony mengatakan, jarak maksimal antara terminal satu dengan terminal dua (satu aglomerasi) adalah 50 kilometer. Sementara, jarak antara terminal Jepara Kota, Jetak Kudus, dan terminal Kembang Joyo Pati sekitar 83 kilometer. Karena itu, pihaknya masih mencari lokasi yang sesuai dengan ketentuan jarak maksimal tersebut.

“Masih mencari 50 kilometer tepatnya di mana, baru kita tata,” ujarnya.

Menurutnya, penentuan rute akan mempertimbangkan titik-titik dengan ruas penumpang tertinggi, terutama pada kawasan industri di Pecangaan-Mayong sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, rute pagi hari akan lebih banyak mengakomodasi penumpang dari arah Pati dan Kudus.

Rencana ini akan menghubungkan tiga kabupaten yaitu Jekuti (Jepara, Kudus, dan Pati). Namun, untuk kepastian jumlah armada dan titik halte masih menunggu hasil kajian dari konsultan.

“Anggaran pelaksanaannya di tahun 2026, atau kalau belum selesai kajiannya bisa bergeser ke tahun 2027. Tapi tetap kita kejar agar target 2026 selesai,” imbuhnya.

Ony menambahkan, rencana ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi. Hanya saja Pemkab Jepara dilibatkan pada proses pembahasannya. “Siap mendukung dan berkoordinasi dengan pihak operator, termasuk terkait penyediaan shalternya,” tandasnya. (oka/gih).