KENDAL, Joglo Jateng – Kabupaten Kendal bersiap menghadirkan destinasi wisata baru berbasis sport tourism melalui pengembangan “Curug 1000 Paralayang” di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Curug Sewu, Kecamatan Patean.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, pihak swasta, dan Pemerintah Desa Kalices. Agenda utama yang digodok adalah penataan lokasi take off dan landing untuk paralayang sebelum dilakukan uji kelayakan terbang oleh Komite Paralayang Provinsi Jawa Tengah.
“Runway take off akan memanfaatkan lahan DTW Curug Sewu. Sementara area landing bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kalices,” jelas Achmad Sutrisno, penanggung jawab program Curug 1000 Paralayang, belum lama ini.
Ia menegaskan, wisata udara semacam ini membutuhkan banyak persiapan. Mulai dari izin terbang pilot, notam, asuransi hingga rekomendasi Komite Paralayang.
“Kami siap melewati semua proses legal formal demi memastikan keselamatan wisatawan dan keberlangsungan wisata ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak swasta turut menyiapkan perjanjian kerja sama resmi dengan Disporapar Kendal dan Pemerintah Desa Kalices.
“Kami berharap, langkah ini mampu membuka pintu bagi sport tourism Kendal agar lebih dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional hingga mancanegara,” harapnya.
Kabid Pariwisata Disporapar Kendal, Achmad Syahrul Falah menyambut baik rencana ini. Menurutnya, “Curug 1000 Paralayang” akan menjadi daya tarik baru sekaligus mengangkat citra pariwisata Kendal.
“Bila sudah grand opening, kami rencanakan Festival Paralayang agar destinasi ini makin dikenal luas,” ujarnya.
Sekretaris Desa Kalices, Susma, menambahkan, keberadaan wisata ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Mulai dari jasa ojek penjemputan pilot, melipat paralayang hingga sektor UMKM lokal.
Hal senada disampaikan perwakilan DTW Curug Sewu, Masian. Ia menegaskan, lokasi tersebut sudah beberapa kali dipakai uji terbang penggemar paralayang.
“Setiap kali ada uji coba, selalu ada pertanyaan kapan dibuka untuk umum. Semoga ini menjadi jawaban yang ditunggu,” katanya. (ags/adf)










