BRIN Sebut Baru 3 Persen UMKM Berinovasi

IKUTI: Acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat dengan tema 'Pemasaran Produk UMKM' hasil kerja sama DPR RI dan BRIN. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Pengusaha UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 64 juta unit usaha di Indonesia adalah UMKM. Sedangkan menurut data dari BRIN, baru ada 3 persen UMKM yang melalukan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan saat kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat, bertemakan Pemasaran Produk UMKM, di Convention Hall Hotel Plaza Purworejo, belum lama ini. Dalam gelaran itu, ada 100 pengusaha dari berbagai macam UMKM di Kabupaten Purworejo yang hadir.

Adapun pemateri dalam kegiatan itu, perwakilan dari BRIN, Aswin Firmansyah mengungkapkan, kendala-kendala yang dihadapi pengusaha UMKM dari riset BRIN, selain permodalan. “Masih banyak UMKM yang konvensional, masih mengandalkan bantuan pemerintah serta belum memaksimalkan internet,” tuturnya.

Karena itulah, ia mengajak para pelaku UMKM untuk melakukan inovasi. Aswin menjabarkan agar inovasi mengacu pada BBM, yakni Baru Berguna dan Menguntungkan. Inovasi sangat berguna untuk bertahan. “Dari data yang dimilik BRIN, baru 3 persen UMKM yang melalukan inovasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo menyampaikan, 64 juta unit usaha UMKM itu mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional. Angka ini menunjukkan betapa besar peran UMKM, bukan hanya dalam menjaga stabilitas ekonomi, tetapi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pelaku UMKM seringkali masih menghadapi tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi digital, hingga kesulitan dalam mengadopsi teknologi baru.

“Banyak UMKM masih mengandalkan cara-cara tradisional, padahal dunia usaha kini bergerak begitu cepat. Maka, kami menggandeng BRIN guna memberikan bimbingan teknis bagi pelaku UMKM di Purworejo. Ini untuk meningkatkan skill pelaku UMKM agar terus beradaptasi, memperbarui strategi pemasaran dengan perkembangan digital,” papar pria yang akrab dipanggil Mas Bram ini. (mrn/sam)