KENDAL, Joglo Jateng – Penyegelan Kantor Balai Desa Tunggulsari sejak Senin (22/9/2025) berdampak pada terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, perangkat desa tetap berusaha menjalankan tugas dengan membuka kantor pelayanan darurat di ruang perpustakaan SD Negeri 2 Tunggulsari.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga tampak hilir mudik mendatangi kantor darurat tersebut untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.
Salah satunya Abdullah, warga yang datang untuk meminta surat pengantar sebagai kelengkapan administrasi BPJS Kesehatan.
“Keluarga saya ada yang sakit dan opname di rumah sakit Kaliwungu. Kartu BPJS-nya ini memerlukan surat pengantar dari desa. Makanya saya minta ke sini,” ungkapnya.
Sekretaris Desa Tunggulsari, Arif Setyawan, membenarkan bahwa pelayanan sementara waktu dilakukan di SD Negeri 2 Tunggulsari karena balai desa masih dalam kondisi disegel warga.
“Kami berharap semuanya segera kembali normal dan kondusif agar pelayanan bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Arif menjelaskan, perangkat desa Tunggulsari berjumlah sembilan orang.
Namun tidak semuanya bisa bertugas di kantor darurat.
Sebagian perangkat bekerja dari sekolah, sementara sebagian lainnya menjalankan sistem kerja dari rumah (WFH).










