Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai investasi Prancis di Jateng hingga semester I 2025 mencapai Rp259,3 miliar.
Tren investasi Prancis di Jateng fluktuatif. Namun, pada 2024-2025 meningkat signifikan, terutama di sektor industri karet & plastik, mineral non-logam, jasa hingga hotel & restoran.
Perusahaan Prancis yang berinvestasi di Jateng, antara lain Techpack Asia di Kabupaten Demak, Cipta Mortar Utama di Kota Semarang, serta sejumlah industri mebel di Jepara.
Khusus dengan Prancis, nilai ekspor Jateng pada periode Januari-Juli 2025 sebesar US$ 57,75 juta, sementara impornya US$ 18,64 juta.
Produk ekspor utama ke Prancis meliputi mebel, kayu olahan, pakaian, minyak atsiri, plastik, produk kulit, mainan, alas kaki, serta kopi, teh, rempah, dan lainnya.
Setali tiga uang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menawarkan berbagai proyek mulai dari pendidikan, pembangkit listrik tenaga minihidro, pengembangan wisata, industri kelapa terpadu hingga rumah sakit berbasis green hospital.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif peluang ini.
“Pasca penandatanganan kerja sama oleh presiden di Prancis, hubungan akan makin ditingkatkan di Indonesia, terutama di Jawa Tengah. Kita juga membuka banyak investasi, terutama di bidang edukasi, pertukaran pelajar, pendidikan vokasi, dan lainnya,” pungkas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (all/adf)










