Selain terus berinovasi, Widji tetap melestarikan motif yang diyakininya sebagai batik asli Kendal, yakni Tapal Kuda. Menurutnya, motif ini menggambarkan kehidupan petani tembakau pada masa lalu yang menggunakan kuda sebagai sarana transportasi.
“Motif Tapal Kuda ditonjolkan dengan gambar bunga tembakau. Kombinasi warna bisa berbeda, tapi biasanya cerah,” ungkapnya.
Harga batik hasil karya Widji bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk batik cap dan kombinasi. Sementara batik tulis bisa mencapai Rp2,5 juta tergantung tingkat kesulitan. Untuk satu kain batik tulis, proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
“Kalau motifnya pesan dulu, biasanya menunggu sekitar sebulan,” kata Widji.
Sejak ditinggal suami pada 2014, Widji membiayai kehidupan keempat anaknya dari hasil membatik. Selain untuk menopang keluarga, ia juga berupaya menularkan keterampilan ini kepada tetangga dan remaja sekitar. Beberapa warga, bahkan sudah membuka usaha batik sendiri berkat ilmunya.
Kini Widji memiliki tiga karyawan tetap dan dibantu dua anaknya. Ia juga sering melibatkan warga sekitar ketika ada pesanan dalam jumlah besar dari instansi pemerintah maupun swasta. (ags/adf)










