KUDUS, Joglo Jateng – SMK Negeri 3 Kudus di Kecamatan Undaan kembali menggelar Gerakan Literasi Masal (GLM) pada Selasa (7/10). Kegiatan tahunan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat membaca dan berkarya bagi para siswa di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ketua Literasi sekaligus Kepala Perpustakaan SMK Negeri 3 Kudus, Eni Listiyani, S.Pd., M.Pd menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi pembiasaan yang rutin dilaksanakan. Agenda tersebut dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis sebelum jam pelajaran dimulai.
”Tujuannya agar siswa tidak hanya menganggap literasi sebatas membaca buku, tetapi juga bisa menggali bakat, kompetensi, dan kreativitas mereka. Literasi itu tentang berpikir kritis dan berkarya,” ujarnya.
Menurut Eni, literasi memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan daya saing siswa di masa depan. Ia berpesan agar para pelajar tidak bosan dalam berliterasi. Dengan literasi, mereka memperoleh pengetahuan, informasi, dan pengalaman yang berguna untuk berkembang.

Mengusung tema Gen Smarta Membangun Suwarnanusa, acara ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, dan siap membangun Indonesia Emas 2045. Tema tersebut diambil dari bahasa Sanskerta Suwarnanusa berarti Nusantara Emas yang menggambarkan semangat membangun bangsa melalui literasi digital.
Sementara menurut tim publikasi sekolah, Tri Rubiyanto menyampaikan, kegiatan literasi masal ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Sementara siswa kelas XII tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di dunia industri.
”Tahun ini jadi yang paling meriah setelah sempat vakum pada 2024. Kami juga menghadirkan dua guru influencer dari SMA 1 Kudus, Bu Dewi dan Bu Mega, yang viral di media sosial. Tujuannya agar siswa lebih dekat dengan figur pendidik yang inspiratif dan kreatif,” jelas Tri.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai karya seperti musikalisasi puisi, macapat, mading kreatif, pohon literasi, konten digital, dan lomba pidato serta puisi. Setiap kelas wajib mengirimkan minimal satu karya sebagai bentuk partisipasi aktif dalam gerakan literasi.
”Dari karya-karya ini, kami bisa melihat potensi siswa. Ada yang berbakat menulis, mendesain digital, bahkan menjadi content creator yang positif. Literasi kini tidak hanya di atas kertas, tapi juga di dunia digital,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 itu berlangsung meriah dan interaktif. Melalui GLM 2025, pihaknya berharap dapat mencetak generasi literat yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, Dewi, salah satu influencer guru di Kudus yang hadir, menegaskan pentingnya membaca sebagai modal untuk berinteraksi sosial. Sebab, membaca membuat seseorang cerdas dan berwawasan.
Dengan literasi, para pelajar memiliki bahan obrolan positif dan bisa memberi pengaruh baik di lingkungan. Ia juga berpesan agar siswa bijak bermedia sosial.
”Konten yang kalian buat mencerminkan diri kalian sendiri. Jadi gunakan media sosial dengan bijak, karena dari sana bisa lahir karya yang bermanfaat dan membanggakan,” tutupnya. (adm/fat)










