Sementara itu secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar, menjelaskan bahwa rencana alih fungsi pendopo kabupaten menjadi Museum Kartini sudah menjadi rencana lama. Rencana tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga warisan sejarah Jepara.
Menurutnya, pendopo yang selama ini menjadi ikon pemerintahan daerah memiliki nilai historis yang tinggi dan layak dijadikan ruang edukasi publik tentang perjuangan R.A. Kartini.
“Isu konsep pendopo itu sudah sejak lama, jadi harapannya pendopo nanti dijadikan sebagai Museum Kartini,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Ary menyampaikan, rencana tersebut juga telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Ibu Lestari Moerdijat selaku Wakil Ketua MPR RI, serta dari Kementerian Kebudayaan. “Prosesnya sudah bergulir,” ucapnya.
Sementara itu, Museum Kartini yang lama rencananya akan dikembangkan menjadi Museum Ukir Nusantara sebagai wadah pelestarian seni ukir khas Jepara. “Rencananya museum Kartini yang sekarang akan dijadikan sebagai museum ukir” ujarnya.
Terkait pembangunan rumah dinas bupati yang baru, Ary mengungkapkan, lokasi dan desainnya tengah dikaji. Rumah dinas tersebut nantinya tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat tinggal kepala daerah, tetapi juga untuk menunjang kegiatan formal dan informal bupati.
“Kebutuhan anggaran sedang dihitung dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Rumah dinas ini juga akan digunakan oleh bupati selanjutnya,” jelasnya.
Meski pendopo akan dialihfungsikan, Ary memastikan sebagian area, terutama di bagian depan, tetap bisa digunakan untuk kegiatan pemerintahan. “Pendopo belakang masih bisa difungsikan sebagai tempat kegiatan masyarakat atau acara resmi,” tegasnya. (oka/gih)










