Pada 18 Oktober, akan digelar Halaqoh Ulama di Pendopo Kendal dengan menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo dan Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Acara ini akan dimoderatori oleh Ketua PCNU Kendal, KH Mustamsikin, dan diikuti 720 peserta dari kalangan pengasuh pondok pesantren.
“Halaqoh ini menjadi wadah silaturahmi dan tukar gagasan antar-ulama pesantren. Diharapkan dari forum ini muncul semangat baru dalam membangun peradaban santri,” terangnya.
Kemudian, pada 19 Oktober, ribuan santri akan mengikuti Jalan Sehat Santri dengan target 15 ribu peserta. Start akan dimulai dari Alun-alun Kendal dan finish di Stadion Kebondalem.
Kegiatan berlanjut pada 20 Oktober dengan ziarah ke makam waliyullah. Dimulai dari makam Sunan Abinowo di Pegandon, lalu ke makam Kiai Guru Kaliwungu, dan berakhir di makam Wali Gembyang di pusat Kota Kendal.
Puncak peringatan HSN 2025 akan digelar pada 22 Oktober dengan lomba nasi tumpeng santri yang diikuti 67 peserta dari kalangan pesantren, OPD, dan KUA tiap kecamatan.
Di hari yang sama juga akan dilaksanakan upacara Hari Santri yang diperkirakan diikuti 1.500 peserta dari unsur santri, ormas keagamaan, dan perangkat daerah. Seusai upacara, peserta akan makan bersama tumpeng hasil lomba. (ags/adf)










