KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Kapasitas SDM Pengelola Desa Wisata yang telah digelar selama dua hari di Hotel Sapphire Kudus.
Kegiatan ini mengusung tema Sustainable Edu-tourism Management atau pengelolaan wisata edukatif yang berkelanjutan. Melalui tema tersebut, Disbudpar Kudus berupaya menanamkan kesadaran bahwa desa wisata tidak hanya berperan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang hidup bagi wisatawan dan masyarakat.
Pelatihan menghadirkan Mutohhar akademisi sekaligus Ketua Pengelola Desa Wisata Japan, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Mutohhar menekankan pentingnya membangun konsep eduwisata yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Eduwisata berkelanjutan bukan hanya soal menarik pengunjung, tetapi bagaimana wisata dapat menumbuhkan kesadaran akan budaya lokal, menjaga lingkungan, serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak peserta memahami bahwa desa wisata memiliki potensi besar sebagai media pendidikan. Melalui interaksi langsung, wisatawan dapat belajar mengenai nilai-nilai budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.
“Desa wisata bisa menjadi ruang belajar yang hidup, bukan sekadar tempat berlibur,” imbuhnya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan praktik penyusunan konsep eduwisata yang sesuai dengan potensi masing-masing desa. Mereka juga diajak untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, mulai dari pelibatan masyarakat, pelestarian alam, hingga penguatan regulasi desa wisata.
Sementara itu, Aflah selaku perwakilan Disbudpar Kudus menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah penting dalam mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin setiap desa wisata di Kudus tumbuh tanpa kehilangan jati diri lokalnya. Wisata yang baik bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap pengelola desa wisata mampu mengimplementasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas pariwisata. Dengan demikian, desa wisata di Kabupaten Kudus dapat berkembang menjadi destinasi yang edukatif, ramah lingkungan, serta berdampak sosial dan ekonomi positif bagi warga sekitar. (adm/rds)










