KUDUS, Joglo Jateng – SD Negeri 6 Getassrabi menggelar lomba menyanyi solo dan menulis cerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa sekaligus Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Meski sempat tertunda sehari karena pemadaman listrik, kegiatan tetap berlangsung meriah pada Selasa, 29 Oktober 2025.
Kepala SD Negeri 6 Getassrabi, Anita Eka Wahyuningsih Khasanah menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting. Yang pertama, pihaknya ingin menumbuhkan semangat anak-anak dalam menggunakan bahasa Indonesia. Terlebih di momentum Sumpah Pemuda.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembibitan untuk persiapan lomba FLS3N yang akan datang. Dari sini kita bisa melihat anak-anak yang punya bakat di bidang seni dan literasi,” jelasnya.
Persiapan kegiatan telah dilakukan jauh hari. Satu bulan sebelum acara, pihak sekolah sudah mengumumkan lomba kepada para siswa. Dalam lomba menyanyi solo, peserta berasal dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan sistem pengelompokan berdasarkan jenjang kelas.
“Lagunya sudah kami tentukan ada empat pilihan. Anak-anak boleh memilih salah satu dan berlatih di rumah karena iringannya juga sudah kami sediakan,” tambahnya.
Antusiasme siswa pun sangat tinggi. Dari 107 siswa, sekitar separuhnya ikut dalam lomba menyanyi. Sedangkan pada lomba menulis cerita yang diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6.
“Anak-anak sangat antusias, terutama di lomba menyanyi. Mereka berlatih dengan semangat meski sempat terkendala listrik padam di tanggal 28,” katanya.
Selain menjadi ajang unjuk bakat, lomba menulis cerita juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa. Dari hasil penilaian juri, para murid masih perlu belajar menggunakan tanda baca dan menulis kalimat dengan baik.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa melatih mereka lebih terampil menulis. Siapa tahu dari sini nanti ada yang bisa jadi jurnalis atau penulis hebat. Bakat itu harus diasah sejak dini,” tutupnya. (uma/fat)










