Dengan potensi strategis Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kapanewon Temon, ia berupaya menjadikan Kulon Progo sebagai simpul baru pertumbuhan ekonomi di selatan Pulau Jawa.
“Kulon Progo tidak bisa berdiri sendiri. Konektivitas dengan Purworejo, Yogyakarta, dan kawasan sekitarnya harus dibangun bersama. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa memperkuat ekonomi nasional dari daerah,” tegasnya, Kamis (13/11/2025).
Dalam berbagai kesempatan, pria ramah ini juga menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan pelayanan publik.
Ia kerap mengunjungi puskesmas, sekolah, hingga pasar tradisional untuk memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan responsif.
Pendekatan komunikasi dua arah dengan masyarakat menjadi ciri khasnya.
Figur muda berusia 43 tahun ini diyakini mampu menghadirkan warna baru dalam kepemimpinan daerah.
Ia menggabungkan semangat kewirausahaan, kepedulian sosial, dan pemikiran strategis untuk menjembatani pemerintah dengan aspirasi rakyat.
Kepemimpinan kolaboratif Ambar Purwoko tidak hanya menjadi inspirasi bagi warga Kulon Progo, tetapi juga mulai dilirik sebagai model pembangunan daerah yang relevan secara nasional.
“Dari Kulon Progo kami ingin mengirimkan pesan sederhana tapi kuat yaitu, pemerintahan yang kuat lahir dari kebersamaan, bukan kekuasaan,” pungkas Ambar. (mrn)










