Kudus  

Kudus Jadi Tuan Rumah Kejurnas Panahan Antar Klub 2025, Siap Sambut 1.500 Atlet dari 160 Kota

‎‎FOKUS: Tampak salah satu atlet dari perwakilan sekolah sedang fokus membidik sasaran tembak di Kejurnas Panahan, akhir pekan lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus bersiap menjadi pusat perhatian dunia olahraga panahan. Setelah sukses menggelar berbagai event bergengsi, Kota Kretek kini menyiapkan diri menyambut Kejurnas Panahan Antar Klub 2025 yang rencananya digelar pada 9–20 Desember mendatang. Event ini diprediksi menghadirkan lebih dari 1.500 atlet dari sekitar 160 kota di Indonesia.

‎‎Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, pemerintah daerah sepenuhnya mendukung penyelenggaraan kompetisi skala nasional tersebut. Dukungan itu tidak hanya terkait fasilitas, tetapi juga kesiapan keamanan serta pelayanan bagi atlet dan ofisial.

‎‎Bupati memastikan, Kudus akan melakukan koordinasi dengan Polres, TNI, dan seluruh stakeholder untuk menyambut ribuan atlet yang akan hadir. Ia menegaskan, ajang besar seperti ini memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Mulai dari hotel, transportasi, hingga UMKM.

‎‎”Kami evaluasi hasil dari PON Beladiri 2025 kemarin. Salah satunya pelayanan hotel. Kami tekankan agar tarif tidak dinaikkan seenaknya dan pelayanan tetap terbaik. Tamu harus pulang membawa kesan baik tentang Kudus,” tegasnya.

‎‎Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Perpani, Abdul Razak menilai event panahan yang rutin digelar di Kudus menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam kunjungannya memantau persiapan venue, ia menyampaikan, jumlah peserta tiap tahun kian bertambah dan kualitas skor atlet juga meningkat.

‎‎”Tahun ini pesertanya bukan hanya dari Kudus, tapi juga Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan makin banyak provinsi lain. Ini kabar baik karena panahan membutuhkan banyak jam tanding, bukan hanya latihan,” katanya.

‎‎Ia menjelaskan, roadmap pembinaan Perpani saat ini fokus pada dua lapis atlet. Yakni tim senior yang tengah dipersiapkan untuk SEA Games Desember mendatang, serta atlet muda menjelang Youth Olympic 2026.

‎‎Kemudian untuk Pelatnas menggunakan sistem rotasi lokasi. Mulai dari Cikarang sebagai home base hingga Yogyakarta dan Surabaya demi menyesuaikan kondisi angin di berbagai daerah.

‎‎Untuk Kejurnas Antar Klub, ia menegaskan bahwa ajang ini menjadi pembeda. Karena memberi kesempatan besar bagi atlet yang tidak lolos seleksi daerah.

‎‎”Atlet yang tidak terpilih di daerah tetap bisa ikut karena klub diperbolehkan mendaftar langsung. Ini membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru,” ujarnya. (adm/fat)