KUDUS, Joglo Jateng – Polres Kudus melaksanakan Sosialisasi Alokasi Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2026 yang digelar di Aula Paramasatwika pada Senin (17/11).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang didampingi oleh Tim Birorena Polda Jateng serta dihadiri jajaran pejabat utama, Kapolsek, dan dihadiri jajaran pejabat utama, Kapolsek, perwakilan tokoh masyarakat, akademisi, hingga Bhayangkari Cabang Kudus.
AKBP Heru menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran kepolisian.
Menurutnya, prinsip tata kelola pemerintahan yang baik harus menjadi dasar dalam setiap pelaksanaan program.
Ia menyebut alokasi anggaran Polres Kudus tahun 2026 mencapai Rp126,2 miliar, meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung profesionalisme SDM, penegakan hukum, modernisasi sarana prasarana, kegiatan harkamtibmas, serta dukungan manajemen Polri,” katanya.
Kapolres juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh pengguna anggaran di tingkat bag, sat, si, hingga polsek agar menjalankan program sesuai rencana yang telah disusun.
“Gunakan anggaran tepat sasaran dan tetap berpedoman pada Tribrata serta Catur Prasetya. Setiap kegiatan harus dilakukan berdasarkan perencanaan agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.
Paparan rinci mengenai struktur anggaran disampaikan Kabagren Polres Kudus.
Dalam penyajiannya, ia menyebut bahwa alokasi tahun 2026 naik 26,09 persen atau sekitar Rp32,9 miliar dibanding tahun 2025.
Anggaran modernisasi sarana dan prasarana menjadi komponen yang mengalami lonjakan paling tinggi, dari Rp 10,2 miliar di tahun sebelumnya menjadi lebih dari Rp 35 miliar pada 2026.
Pada sisi lain, bidang lidik dan sidik tindak pidana mengalami penurunan alokasi sekitar 9,59 persen.
Sementara itu, dukungan manajemen mengalami kenaikan Rp8,7 miliar, dan belanja modal menunjukkan peningkatan signifikan hampir 97 persen, terutama untuk pengadaan perlengkapan sarana pendukung tugas kepolisian.
Sementara itu, Kabag Renprogar Rorena Polda Jateng AKBP Nunuk Setiyowati yang turut hadir menegaskan pentingnya transparansi dalam perencanaan anggaran.
Ia meminta setiap subsatker segera mensosialisasikan hasil paparan tersebut kepada unit masing-masing.
Nunuk juga menyampaikan arahan Karorena bahwa perbedaan alokasi anggaran tahun depan merupakan bagian dari efisiensi nasional untuk mendukung program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan.
Meski beberapa program mengalami penyesuaian, Nunuk menyebut seluruh jajaran tetap dituntut melakukan perencanaan matang untuk Renbut 2027.
“Seluruh polda mengalami penurunan, otomatis polsek juga terdampak. Namun kinerja harus tetap optimal,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut berjalan lancar, kondusif, dan ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri.
Dengan adanya paparan ini, pihaknya berharap pengelolaan anggaran tahun depan dapat semakin tepat guna dan mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (adm/sam).










