Agus menegaskan, capaian pertumbuhan yang tinggi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, pemerintah daerah akan terus memoles strategi efektif agar pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan, namun juga merata ke berbagai sektor.
Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kendal, Izzuddin Latif, menuturkan bahwa rakor ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
“Dalam SE tersebut, seluruh pemerintah daerah diminta melaksanakan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi. Rakor ini menjadi bagian awal untuk memastikan Kendal siap menjalankannya secara terpadu,” jelasnya.
Menurut Izzuddin, tantangan ekonomi daerah harus dihadapi dengan strategi yang terukur dan pemanfaatan maksimal terhadap potensi lokal.
“Tujuan utama rakor ini adalah mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi melalui sembilan langkah yang meliputi anggaran, investasi hingga sektor perizinan,” pungkasnya. (ags/adf)










