Kendal  

TPA Darupono Alami Krisis Pengelolaan, Ketua DPRD Kendal Janjikan Rapat Lintas Sektoral

BERDIALOG: Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menerima audensi paguyuban peduli lingkungan di ruang Komisi C, belum lama ini. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Kondisi TPA Darupono yang kembali mengalami overload mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq. Lonjakan tumpukan sampah yang menghambat aktivitas pembongkaran serta memicu antrean panjang truk, mendorong DPRD turun tangan setelah menerima aduan dari Paguyuban Peduli Lingkungan.

Mahfud menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan masalah berlarut. Ia memastikan DPRD segera menggelar rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari solusi konkret terkait krisis pengelolaan sampah tersebut.

“Sampah harus diurai betul masalahnya. Kita akan rapatkan bersama OPD terkait. Karena ini menyangkut infrastruktur, ketersediaan alat berat hingga manajemen pengelolaan sampah,” tegas Mahfud Sodiq, belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan setelah DPRD Kendal menerima audiensi dari Paguyuban Peduli Lingkungan, yang mengeluhkan kembali menumpuknya sampah di TPA Darupono. Kondisi tersebut membuat truk pengangkut harus mengular hingga jalan raya lantaran proses pembongkaran berlangsung sangat lambat.

Sekretaris Paguyuban, Lilik Aristyani mengatakan bahwa mereka hanya ingin aktivitas pembuangan kembali normal. Minimnya alat berat membuat penataan sampah terhambat dan memperpanjang waktu pembongkaran setiap hari.

“Kami ingin TPA kembali lancar, truk bisa bongkar tanpa antre panjang, dan penataan sampah rapi. Sekarang pagi bongkar, sorenya baru bisa keluar,” ujarnya.

Dalam sehari, kata dia, hampir seratus truk masuk ke TPA Darupono. Tanpa dukungan peralatan memadai, penumpukan tidak terhindarkan. Kondisi akses yang licin saat hujan juga membuat armada sulit masuk ke area pembongkaran.

Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto mengakui permasalahan utama terletak pada alat berat. Dari empat unit yang ada, yakni dua bulldozer dan dua ekskavator, hanya satu yang dapat dioperasikan karena lainnya mengalami kerusakan.

Aris memastikan DLH tengah melakukan pembenahan, termasuk memaksimalkan alat yang baru dibeli dan menata ulang area pembuangan. “Memang belum sepenuhnya, tapi sudah mulai teratasi,” katanya. (ags/adf)