JEPARA, Joglo Jateng – Fasilitas kesehatan modern berkelas premium akan segera hadir di Kota Ukir. Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Siti Walidah Jepara, yang dirancang memiliki tujuh lantai, resmi memulai tahap pembangunannya. Proyek di bawah naungan Muhammadiyah-Aisyiyah ini menargetkan penyelesaian konstruksi dalam satu tahun dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027.
Prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) berlangsung khidmat di lokasi pembangunan, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Kamis (11/12).
Hadir dalam agenda tersebut Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, serta jajaran pimpinan daerah Aisyiyah dan Muhammadiyah Jepara.
Investasi Rp 90 Miliar untuk Layanan Kesehatan
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut positif pembangunan RS Aisyiyah Siti Walidah sebagai langkah strategis peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerahnya. Ia berharap kehadiran RS ini mampu menekan angka rujukan pasien ke luar kota.
“Alhamdulillah, pembangunan RS Aisyiyah Siti Walidah ini direncanakan kurang lebih setahun dan menelan anggaran Rp 90 miliar. Semoga berjalan lancar dan bisa meningkatkan kesehatan di Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Dengan adanya fasilitas ini, warga Jepara diharapkan dapat memaksimalkan layanan kesehatan di dalam daerah, baik di RS milik pemerintah maupun swasta.
Apresiasi DPR RI dan Sorotan Layanan Jantung
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Abdul Wachid, turut mengapresiasi perkembangan pesat layanan kesehatan Muhammadiyah di Jepara sejak 2014. Namun, ia menyoroti masih banyaknya pasien jantung asal Jepara yang harus dirujuk ke Kudus. Padahal, menurutnya, Jepara memiliki SDM dan peralatan yang memadai, namun terkendala realisasi kerja sama dengan BPJS.
“Saya sudah meminta agar pekan depan Kepala RSUD Kartini bisa bertemu Menteri Kesehatan dan Kepala BPJS. Termasuk RS Aisyiyah ini yang kontribusinya besar kepada BPJS,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia optimis RS Aisyiyah Siti Walidah mampu menjawab kebutuhan tersebut. “Ini rumah sakit high class, dan kami harapkan mampu melayani masyarakat Jepara dengan lebih baik,” imbuhnya.
RS Muhammadiyah ke-56 di Jawa Tengah
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam memberikan layanan prima. Ia menilai, sebagai salah satu kabupaten terkaya di Jawa Tengah, Jepara layak memiliki fasilitas kesehatan yang qualified.
“Ini rumah sakit Muhammadiyah ke-56 di Jateng, atau ke-124 se-Indonesia dan RS Aisyiyah ke-10. Kami mendirikan rumah sakit dengan pelayanan prima kelas premium, seimbang dengan potensi ekonomi Jepara,” tuturnya.
RS Aisyiyah Siti Walidah ini nantinya akan berstatus RS Tipe C dengan orientasi layanan premium, termasuk unggulan pelayanan jantung. Lahan rumah sakit seluas lebih dari 5.000 meter persegi ini akan menampung kapasitas 100–150 tempat tidur. (oka/gih)










