SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan destinasi wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada musim libur kali ini, Disporapar menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 6 hingga 12 juta orang.
Sejumlah destinasi favorit diprediksi masih menjadi magnet utama, antara lain Candi Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, Kota Lama Semarang, Guci Tegal, Candi Prambanan, Keraton Surakarta, serta kawasan wisata religi di Demak, Kudus, dan Muria.
Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama kepolisian, instansi pusat, Polda Jateng, dan pengelola wisata di seluruh kabupaten/kota.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar seluruh destinasi wisata di Jawa Tengah benar-benar dipersiapkan dengan baik. Karena saat libur Nataru potensi kunjungan wisatawan cukup besar,” ujar Masrofi saat ditemui di Stasiun Tawang Semarang, Minggu (21/12/2025).
Larang Tiket Naik Sepihak
Masrofi menegaskan, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Pihaknya memberikan peringatan keras agar pengelola tidak menaikkan harga tiket secara sepihak yang dapat merugikan wisatawan. Selain itu, penertiban parkir liar dan praktik premanisme di kawasan wisata juga menjadi fokus pengawasan.
“Kami mengingatkan agar tidak ada kenaikan tiket yang memberatkan wisatawan, serta menertibkan parkir liar dan premanisme dengan melibatkan kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan,” katanya.
Cek Kelayakan Wahana Ekstrem
Selain keamanan lingkungan, Disporapar Jateng juga menyoroti keselamatan wahana wisata, khususnya yang berisiko tinggi (high risk). Pengelola wajib memastikan kelayakan wahana seperti jembatan kaca, flying fox, gantole, dan atraksi serupa dengan memperhitungkan kapasitas serta masa pakai alat.
“Wahana-wahana itu harus dicek betul, mulai dari kapasitas, usia pakai, sampai standar keamanannya. Jangan sampai membahayakan wisatawan,” tegas Masrofi.
Terkait potensi bencana hidrometeorologi, Disporapar Jateng menggandeng BPBD untuk melakukan mitigasi risiko, terutama di kawasan rawan longsor, banjir, dan angin kencang. Masrofi mengimbau wisatawan agar selalu memantau informasi cuaca terbaru sebelum berkunjung.
“Kalau cuaca ekstrem, wisatawan kami sarankan menunda atau mengalihkan ke destinasi lain yang lebih aman,” pungkasnya. (hfh/adf)










