Pertahankan Kijing Asli dan Ornamen Bedug
Dalam proses pemugaran, pihak keluarga Kiai Irsyad mengajukan permintaan khusus agar nilai historis makam tetap terjaga. Mereka menolak penggantian kijing (batu nisan) baru dan memilih mempertahankan kijing lama yang otentik.
Sebagai gantinya, keluarga meminta penambahan ornamen khusus di area makam.
“Awalnya dalam anggaran termasuk rehabilitasi kijing, tetapi keluarga menginginkan kijing lama tetap dipertahankan. Sebagai gantinya, ditambahkan ornamen berbentuk bedug agar menjadi penanda sejarah dan penguat identitas beliau,” ungkap Dyah.
Potensi Wisata Religi Terintegrasi
Rehabilitasi yang bermula dari usulan Pemerintah Desa Maron ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik. Ke depan, keberadaan makam Kiai Irsyad diproyeksikan menjadi titik simpul (hub) informasi sejarah dan pengembangan wisata religi di Purworejo.
“Harapannya nanti bisa dirangkai menjadi paket wisata budaya atau wisata religi di tengah kota. Ada Bedug Pendowo, ada Kiai Irsyad, dan makam tokoh lain, sehingga ceritanya menjadi utuh dan kuat,” tandasnya. (mrn/sam)










